Chapnews – Nasional – Dua guru Sekolah Dasar (SD) di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan setelah mencicipi hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan diberikan kepada murid-muridnya. Kejadian ini menambah daftar panjang korban keracunan massal yang terjadi di wilayah tersebut.
Nabila Febrianti (26), salah seorang guru SD Garuda Cisarua, merasakan gejala keracunan pada Rabu (15/10) pagi. Ia mengeluhkan perut melilit dan dada terasa panas setelah mengkonsumsi satu paket MBG. "Saya makan satu paket. Pas makan enggak ada bau atau apa. Cuman pas pulang dari sekolah ada melilit, tapi awalnya enggak ditanggapi. Pas malam rasanya makin menjadi. Terus pas pagi dada panas, melilit, pusing, lemes juga, akhirnya diajak ke sini," ujarnya di Posko SMPN 1 Cisarua.

Rekan Nabila, Rike Amelia (21), juga mengalami gejala serupa setelah mencicipi hidangan yang sama. Namun, Rike tidak mendapatkan perawatan di posko, melainkan mendampingi beberapa anak didiknya yang juga mengalami keracunan setelah menyantap MBG kemarin. "Tapi semalam di kasih obat sama ayah," katanya.
Pantauan chapnews.id di lokasi, Posko SMPN 1 Cisarua masih dipadati siswa dari berbagai tingkatan, mulai dari SD, SMP, hingga SMK. Mereka datang dengan diantar oleh orang tua atau guru. Ambulans juga terlihat hilir mudik membawa korban keracunan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Data terakhir mencatat total 161 orang mengalami keracunan akibat kejadian ini. Pihak berwenang masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti keracunan massal ini.



