Ads - After Header

Duka Mendalam Kepergian Sang Maestro Guruh

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Suasana haru menyelimuti kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, saat rumah duka yang terletak di Jalan Sriwijaya Raya Nomor 26 mulai dipadati oleh pelayat. Kabar duka atas berpulangnya Guruh Soekarnoputra, putra bungsu Proklamator Indonesia Soekarno, membawa gelombang simpati yang luar biasa dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh politik hingga seniman tanah air.

Pantauan di lokasi menunjukkan deretan karangan bunga ucapan belasungkawa mulai memadati halaman rumah duka. Ucapan duka cita tersebut datang dari berbagai tokoh penting, di antaranya Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan, hingga Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo. Tak hanya dari kalangan eksekutif, dukungan moral juga mengalir deras dari para legislator. Dua anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Adian Napitupulu dan Sihar Sitorus, turut mengirimkan karangan bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Duka Mendalam Kepergian Sang Maestro Guruh
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kehadiran tokoh-tokoh nasional juga terlihat nyata di rumah duka. Sejumlah nama besar seperti Ketua DPP PDI Perjuangan Prananda Prabowo, mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, politisi senior Akbar Tandjung, hingga musisi kenamaan Addie MS, terpantau hadir untuk memberikan penghormatan kepada almarhum.

Guruh Soekarnoputra mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (26/9). Berdasarkan keterangan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristyanto, almarhum meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Siloam Semanggi, Jakarta. Hasto menyampaikan kabar duka tersebut dengan penuh rasa kehilangan, menyebutkan bahwa sosok Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra telah berpulang ke Rahmatullah pada usia 73 tahun.

Lahir pada 13 Januari 1953, Guruh merupakan putra bungsu dari pasangan Soekarno dan Fatmawati. Ia merupakan adik dari Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri. Perjalanan akademisnya cukup panjang, mulai dari menempuh pendidikan di University of Amsterdam pada jurusan Arkeologi, hingga akhirnya meraih gelar Magister Manajemen dari STIAMI.

Namun, nama Guruh Soekarnoputra jauh lebih dikenal dunia melalui kontribusi besarnya di industri seni. Ia adalah seorang maestro yang berhasil memadukan unsur tradisional dan modern dalam musik serta tari. Melalui grup legendaris seperti Guruh Gipsy dan Gank Pegangsaan, ia bersama musisi hebat seperti Chrisye dan Keenan Nasution, telah melahirkan mahakarya yang tak lekang oleh waktu. Lagu-lagu seperti Kala Sang Surya Tenggelam, Melati Suci, hingga Galih dan Ratna tetap menjadi bagian penting dari sejarah musik Indonesia.

Selain dedikasinya di dunia seni, Guruh juga memiliki rekam jejak panjang di dunia politik. Sejak bergabung dengan PDI pada tahun 1982, ia terus aktif mengabdi kepada negara, termasuk menjabat sebagai anggota DPR RI selama periode 1999 hingga 2024 mewakili daerah pemilihan Jawa Timur. Kepergiannya meninggalkan lubang besar, baik bagi keluarga besar Soekarno, dunia politik, maupun bagi ekosistem seni budaya Indonesia.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer