Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Pemerintah Indonesia, melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, terus menggenjot konsumsi domestik sebagai mesin utama pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan target ambisius 5,5 persen, berbagai strategi disiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat kinerja ekonomi di awal tahun, terutama menjelang periode hari besar keagamaan.
Airlangga mengungkapkan bahwa program Belanja Nasional (BINA) menjadi salah satu andalan dalam upaya ini. "Saya memantau, target BINA saat ini mencapai Rp53 triliun. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan 20% dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Menko Airlangga di Jakarta, Minggu (8/3/2026), seperti dikutip chapnews.id. Ia menambahkan harapannya agar inisiatif ini terus mendongkrak konsumsi di dalam negeri. Program BINA dirancang khusus untuk memperkuat pasar domestik, khususnya selama bulan Ramadan hingga Idulfitri, melalui berbagai promosi dan kegiatan belanja yang menarik.

BINA Lebaran 2026 sendiri akan berlangsung selama 25 hari penuh, mulai dari tanggal 6 hingga 30 Maret 2026. Skala program ini sangat masif, melibatkan sekitar 380 perusahaan, 800 merek terkemuka, dan lebih dari 80.000 gerai ritel yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Tak hanya itu, sekitar 400 pusat perbelanjaan juga turut berpartisipasi aktif, menawarkan diskon dan promosi menarik bagi konsumen untuk meramaikan momen belanja nasional.
Selain program BINA, pemerintah juga menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi lain untuk menjaga momentum pertumbuhan di triwulan pertama tahun ini. Ini termasuk bantuan pangan senilai Rp11,92 triliun yang akan disalurkan kepada sekitar 35 juta keluarga penerima manfaat. Diskon tarif transportasi selama periode mudik juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meringankan beban masyarakat dan mendorong mobilitas. Lebih jauh, kebijakan work from anywhere (WFA) didorong agar masyarakat dapat memanfaatkan insentif transportasi dan sekaligus meningkatkan pergerakan ekonomi di berbagai daerah, tidak hanya terpusat di kota-kota besar.


