Ads - After Header

Ekonomi RI Melesat 6% di 2027? Ini Faktanya!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Pemerintah bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) telah mencapai titik temu penting. Mereka menyepakati kerangka asumsi dasar ekonomi makro, target pembangunan, serta indikator-indikator krusial yang akan menjadi landasan penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2027. Kesepakatan ini membuka tabir beberapa target ambisius yang akan memandu arah perekonomian nasional. Berikut adalah rangkuman fakta-fakta kunci terkait RAPBN 2027 yang berhasil dihimpun oleh chapnews.id pada Senin (7/9/2026).

1. Target Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi yang Optimistis

Ekonomi RI Melesat 6% di 2027? Ini Faktanya!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Salah satu poin utama yang menjadi fokus adalah proyeksi pertumbuhan ekonomi. Pemerintah dan DPR RI sepakat menargetkan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen pada tahun 2027. Angka ini mencerminkan optimisme terhadap pemulihan dan penguatan fundamental ekonomi pascapandemi, serta upaya berkelanjutan untuk mendorong aktivitas bisnis dan investasi. Sejalan dengan target pertumbuhan, sasaran inflasi juga ditetapkan pada level 2,5 persen, menunjukkan komitmen untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global. Kesepakatan vital ini berhasil dicapai dalam rapat kerja intensif antara Komisi XI DPR RI dan perwakilan pemerintah yang berlangsung di Gedung Parlemen, Jakarta, pada Rabu, 2 September 2026.

2. Indikator Moneter dalam Asumsi Makro
Tidak hanya itu, aspek moneter juga menjadi perhatian serius dalam penyusunan RAPBN 2027. Dalam asumsi makro yang telah disepakati, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diproyeksikan berada di angka Rp17.500. Proyeksi ini menjadi acuan penting bagi pelaku pasar dan investor dalam menilai prospek stabilitas mata uang domestik. Sementara itu, untuk indikator suku bunga, tingkat imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) dengan tenor 10 tahun disepakati sebesar 6,9 persen. Angka ini akan memengaruhi biaya pinjaman pemerintah dan menjadi salah satu faktor penentu iklim investasi di pasar obligasi.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer