Ads - After Header

Emas Rp3 Juta Pekan Depan? Ini Pemicu Lonjakannya!

Ahmad Dewatara

Emas Rp3 Juta Pekan Depan? Ini Pemicu Lonjakannya!

Chapnews – Ekonomi – Investor emas di Indonesia patut bersiap menghadapi potensi lonjakan harga signifikan. Logam mulia ini diproyeksikan dapat menyentuh angka fantastis Rp3 juta per gram pada pekan depan, didorong oleh eskalasi ketegangan geopolitik global, terutama di kawasan Timur Tengah yang kian memanas.

Kekhawatiran pasar global terhadap stabilitas pasokan energi dan ekonomi kian memuncak menyusul memanasnya konflik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan potensi perang antara Amerika Serikat dan Iran, serta aktivitas kelompok milisi. Situasi ini, menurut Analis Keuangan Ibrahim Assuaibi, berpotensi besar mengganggu jalur distribusi minyak dunia yang krusial, seperti Selat Hormuz. Jika skenario terburuk terjadi, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) diperkirakan bisa melonjak tajam hingga menyentuh USD 116 per barel.

Emas Rp3 Juta Pekan Depan? Ini Pemicu Lonjakannya!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Dalam pernyataannya di Jakarta pada Minggu (5/4/2026), Ibrahim Assuaibi menegaskan, "Jika konflik terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak pihak, maka suplai minyak global bisa terganggu. Dampaknya harga minyak akan naik signifikan." Pernyataan ini menggarisbawahi betapa rapuhnya rantai pasokan energi dunia di tengah gejolak politik.

Tak hanya sektor energi, dampak domino dari ketidakpastian global ini juga diproyeksikan akan mengerek naik harga emas. Logam mulia yang telah lama diakui sebagai ‘aset safe haven’ atau lindung nilai, menjadi primadona bagi para investor yang mencari perlindungan di tengah meningkatnya risiko geopolitik dan ancaman inflasi yang dipicu oleh lonjakan harga energi.

Menurut perhitungan Ibrahim, harga emas di pasar global berpotensi menembus kisaran USD4.878 hingga USD5.080 per troy ounce. Apabila proyeksi ini terealisasi, maka harga jual logam mulia di pasar domestik Indonesia sangat mungkin mencapai level Rp3 juta per gram, sebuah rekor baru yang signifikan.

Ibrahim lebih lanjut menjelaskan bahwa peningkatan tensi geopolitik secara menyeluruh, tidak hanya di Timur Tengah tetapi juga berlanjutnya konflik Rusia-Ukraina, menjadi katalis utama di balik fenomena kenaikan harga emas ini. Kondisi global yang penuh ketidakpastian ini secara konsisten mendorong investor untuk mengalihkan portofolio mereka dari aset-aset berisiko tinggi menuju instrumen yang lebih aman seperti emas dan dolar AS, sebagaimana dilaporkan chapnews.id.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer