Chapnews – Nasional – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru-baru ini secara tegas menyatakan komitmennya yang luar biasa terhadap pengentasan kemiskinan di tanah air. Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Senin kemarin, Prabowo menekankan bahwa keberpihakan pemerintahannya kepada masyarakat kurang mampu sangatlah tinggi. "Keberpihakan kita kepada orang miskin luar biasa," ujarnya, menandakan prioritas utama kabinetnya dalam mengatasi isu sosial ini.
Prabowo menjelaskan bahwa pemerintahannya menaruh perhatian serius pada upaya mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Ia merinci berbagai program unggulan yang telah dan akan dijalankan, semuanya dirancang untuk memberikan dampak langsung kepada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.

Salah satu inisiatif yang disorot adalah program sekolah rakyat di bawah Kementerian Sosial, yang secara khusus menyasar anak-anak dari desil termiskin. Melalui program ini, setiap penerima manfaat bisa mendapatkan bantuan hingga Rp4 juta per bulan. Selain itu, pemerintah juga melanjutkan dan memperluas Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk mahasiswa, yang kini mencakup 1,2 juta penerima. Mahasiswa yang tergabung dalam KIP ini tidak hanya dibebaskan dari Uang Kuliah Tunggal (UKT), tetapi juga menerima bantuan biaya hidup antara Rp800 ribu hingga Rp1,4 juta per bulan.
Tak berhenti di situ, Prabowo juga menyoroti program Kartu Sembako yang menyalurkan bantuan sebesar Rp200 ribu setiap bulan kepada sekitar 18 juta keluarga penerima manfaat. Dalam sektor kesehatan, ia mengungkapkan bahwa Jaminan Sosial Kesehatan Nasional telah menjangkau 96,8 juta jiwa, mendekati angka 100 juta penduduk. Angka ini, menurut Prabowo, menunjukkan skala jaminan kesehatan yang luar biasa, bahkan 20 kali lebih besar dari cakupan di Singapura dan 3,5 kali lipat dari Malaysia, menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan akses kesehatan bagi seluruh rakyat.


