Chapnews – Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup pekan ini dengan tekanan yang sangat dalam, parkir di level 8.329,606. Angka tersebut mencerminkan koreksi tajam sebesar 6,94% dari posisi 8.951,010 yang dicatat pada pekan sebelumnya. Proyeksi tekanan terhadap IHSG diprediksi akan berlanjut pada perdagangan pekan depan, dipicu oleh langkah mengejutkan dari Goldman Sachs Group Inc. yang memangkas peringkat saham Indonesia menjadi "underweight".
Menurut Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, sentimen negatif ini tidak terlepas dari hasil penilaian MSCI yang menyoroti transparansi pasar saham Indonesia yang masih dianggap kurang. Kondisi inilah yang mendasari keputusan Goldman Sachs untuk menurunkan rating.

"Perdagangan saham hari Senin kemungkinan IHSG akan kembali di-suspend karena potensi penurunan 8 persen akibat Goldman Sachs menurunkan rating saham Indonesia menjadi underweight," ungkap Ibrahim melalui pernyataan tertulisnya akhir pekan lalu.
Ibrahim menambahkan, keputusan ini berpotensi memicu eksodus dana asing yang selama ini ditempatkan di pasar saham domestik. Ia memprediksi gelombang aksi jual oleh investor asing akan terus berlanjut, bahkan menunggu langkah serupa dari JP Morgan, serupa dengan kekhawatiran yang sempat dilontarkan MSCI sebelumnya.
Sebagai informasi tambahan, penurunan peringkat saham Indonesia oleh Goldman Sachs ini merupakan buntut dari kekhawatiran MSCI yang berpotensi menurunkan klasifikasi pasar modal dari "emerging market" menjadi "frontier market". Situasi ini telah memicu penarikan dana asing lebih dari USD 13 miliar, atau setara dengan Rp217 triliun, dari bursa saham Tanah Air. Investor kini menanti bagaimana pasar akan bereaksi terhadap sentimen negatif global ini pada pekan mendatang.



