Ads - After Header

Gawat! Harga Plastik Melejit Akibat Konflik Global, Ini Kata Mendag

Ahmad Dewatara

Gawat! Harga Plastik Melejit Akibat Konflik Global, Ini Kata Mendag

Chapnews – Ekonomi – Harga plastik di Indonesia mengalami kenaikan signifikan, memicu kekhawatiran di berbagai sektor industri. Lonjakan ini dipicu oleh meroketnya harga nafta, bahan baku utama plastik, yang naik hampir 45% dalam sebulan terakhir. Pemicu utamanya adalah eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya imbas perang antara AS-Israel dan Iran.

Kenaikan harga nafta, senyawa hidrokarbon turunan minyak bumi yang krusial untuk produksi resin plastik, karet, dan pelarut, secara langsung memukul biaya produksi. Di dunia industri, gabungan pengusaha makanan dan minuman melaporkan bahwa harga kemasan plastik sudah melonjak hingga 50%. Sementara itu, perusahaan di rantai industri petrokimia dan plastik mengaku berada dalam mode bertahan, menghadapi tekanan biaya yang luar biasa akibat gejolak harga bahan baku.

Gawat! Harga Plastik Melejit Akibat Konflik Global, Ini Kata Mendag
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menyikapi kondisi ini, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan pemerintah sedang bergerak mencari sumber alternatif bahan baku plastik. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi gangguan pasokan impor dari negara-negara di Timur Tengah yang kini dilanda ketegangan geopolitik.

"Nafta itu kita impor dari Timur Tengah. Jadi kita terdampak dari bahan baku, yang kita impor dari Timur Tengah," jelas Mendag Budi di Kantor Staf Presiden, Jakarta, baru-baru ini. Ia menambahkan, pemerintah kini aktif menjajaki opsi pengganti atau sumber pasokan dari negara lain untuk mengurangi ketergantungan.

Mendag merujuk pada nafta sebagai bahan baku esensial yang menjadi tulang punggung industri hilir. Pendekatan telah dilakukan dengan beberapa negara potensial, termasuk India serta sejumlah pihak di Afrika dan Amerika. Namun, Mendag mengakui bahwa proses transisi ini membutuhkan waktu dan upaya ekstra.

"Memang ini butuh waktu, karena tiba-tiba dari Timur Tengah harus pindah ke negara lain. Jadi kita harapan proses ini bisa berjalan dengan baik, sehingga harga bisa kembali normal," pungkasnya, menekankan harapan agar stabilitas harga dapat segera pulih dan tidak semakin membebani pelaku industri maupun konsumen.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer