Ads - After Header

Gawat! Rupiah Tembus Rp16.755: Ancaman Perang Trump Hantui Ekonomi!

Ahmad Dewatara

Gawat! Rupiah Tembus Rp16.755: Ancaman Perang Trump Hantui Ekonomi!

Chapnews – Ekonomi – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan signifikan pada penutupan perdagangan Kamis, 29 Januari 2026. Mata uang Garuda ditutup merosot 33 poin atau setara 0,20 persen, mencapai level Rp16.755 per dolar Amerika Serikat (AS), tertekan oleh sentimen geopolitik global yang memanas.

Penurunan ini menandai volatilitas pasar yang cukup tinggi, di mana rupiah gagal mempertahankan posisinya di tengah ketidakpastian global. Sejak pembukaan, pergerakan rupiah cenderung fluktuatif, namun tekanan jual mendominasi hingga akhir sesi perdagangan, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap perkembangan ekonomi dan politik dunia.

Gawat! Rupiah Tembus Rp16.755: Ancaman Perang Trump Hantui Ekonomi!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menyoroti bahwa salah satu pendorong utama pelemahan rupiah adalah ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. "Sentimen eksternal yang paling berpengaruh adalah pertimbangan Presiden AS, Donald Trump, untuk melancarkan ‘serangan besar baru’ terhadap Iran," ungkap Ibrahim dalam risetnya, menyusul kebuntuan negosiasi program nuklir dan produksi rudal Teheran.

Ibrahim menambahkan bahwa laporan ini muncul setelah Trump sebelumnya telah mengerahkan sejumlah kapal perang ke Timur Tengah, disertai ancaman aksi militer yang disebutnya sebagai dukungan potensial terhadap gelombang protes nasional di Iran. Sebelumnya, Trump melalui media sosial mendesak Iran untuk mencapai kesepakatan yang "adil dan setara" dengan Washington dan menghentikan program nuklirnya. Ia juga memperingatkan bahwa serangan AS berikutnya akan jauh lebih parah dibandingkan insiden pertengahan 2025, ketika pasukan AS menyerang situs-situs nuklir utama Iran.

Saat ini, Trump dikabarkan sedang mempertimbangkan serangan udara terhadap para pemimpin dan pejabat keamanan Iran yang dianggap bertanggung jawab atas pembunuhan demonstran, serta kemungkinan serangan lanjutan terhadap fasilitas nuklir. Langkah-langkah agresif AS terhadap Iran berpotensi meningkatkan eskalasi ketegangan di Timur Tengah, dengan Iran telah bersumpah akan melakukan pembalasan keras. Selain itu, tuntutan Trump atas Greenland juga menjadi faktor lain yang memperkuat tren ketidakpastian ini, meskipun retorikanya tampak mereda dalam beberapa minggu terakhir. Kondisi geopolitik yang memanas ini secara langsung memengaruhi sentimen pasar global, termasuk pergerakan mata uang di negara berkembang seperti Indonesia.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer