Chapnews – Nasional – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru-baru ini melancarkan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menghebohkan, menjerat Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena. Dalam operasi senyap ini, total 14 orang berhasil diamankan oleh tim penyidik antirasuah, termasuk sang bupati, terkait dugaan korupsi proyek-proyek di wilayah tersebut.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa dari belasan individu yang ditangkap, lima di antaranya diciduk di Jakarta. Salah satu figur penting yang diamankan di ibu kota adalah Bupati Sirajudin Lasena sendiri. Sementara itu, delapan orang lainnya berhasil ditangkap di berbagai lokasi di wilayah Sulawesi Utara, dan satu orang sisanya diamankan di Gorontalo, menunjukkan cakupan operasi yang luas.

Dalam penggerebekan tersebut, tim penyidik KPK juga berhasil menyita barang bukti krusial berupa uang tunai. Nilainya tak tanggung-tanggung, mencapai ratusan juta rupiah dalam bentuk mata uang rupiah. Uang tersebut diduga kuat merupakan hasil dari praktik rasuah yang melibatkan penyelenggara negara.
Budi Prasetyo lebih lanjut mengungkapkan bahwa OTT ini berkaitan erat dengan dugaan penerimaan gratifikasi atau suap oleh penyelenggara negara. Dana haram tersebut disinyalir berasal dari proyek-proyek yang berjalan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, mengindikasikan adanya penyalahgunaan wewenang untuk memperkaya diri.
Hingga berita ini diturunkan, KPK masih terus mendalami peran masing-masing pihak yang terlibat serta mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap jaringan korupsi di Bolmut. Penangkapan ini menjadi sinyal kuat komitmen KPK dalam memberantas praktik korupsi di berbagai daerah, menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi pejabat yang menyalahgunakan kekuasaan untuk keuntungan pribadi.

