Ads - After Header

Geger Bursa! IHSG Anjlok Usai MSCI Depak 10 Saham RI

Ahmad Dewatara

JAKARTA – Oleh Anggie Ariesta, Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:17 WIB

Chapnews – Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan pagi ini, Kamis (13/8/2026), dengan penuh gejolak. Sempat menunjukkan penguatan di awal sesi, laju indeks acuan pasar modal Indonesia ini tak mampu bertahan dan berbalik melemah signifikan, tertekan oleh pengumuman mengejutkan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengeluarkan 10 saham emiten Tanah Air dari indeksnya.

Geger Bursa! IHSG Anjlok Usai MSCI Depak 10 Saham RI
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Pada pembukaan sesi pagi, IHSG sempat bergerak positif, naik 13,38 poin atau setara 0,23 persen, mencapai level 6.388. Namun, euforia tersebut hanya berlangsung singkat. Hanya dalam hitungan menit setelah pembukaan, tekanan jual mendominasi, membuat IHSG berbalik arah dan anjlok 0,42 persen ke posisi 6.346.

Pelemahan drastis ini tak lepas dari respons pasar terhadap keputusan MSCI. Meskipun pasar modal Indonesia berhasil mempertahankan statusnya dalam kategori Emerging Market, keputusan untuk mendepak 10 saham emiten lokal dari daftar indeks MSCI memicu sentimen negatif yang kuat di kalangan investor.

Data perdagangan pagi menunjukkan mayoritas saham bergerak di zona merah. Sebanyak 226 saham terpantau melemah, sementara 206 saham berhasil menguat, dan 531 saham lainnya stagnan atau tidak bergerak. Aktivitas transaksi awal mencatat nilai Rp706 miliar, dengan total volume mencapai 1,3 miliar lembar saham yang diperdagangkan.

Indeks-indeks sektoral utama juga menunjukkan pergerakan bervariasi. Indeks LQ45 tercatat menguat tipis 0,23 persen ke level 635, diikuti oleh Indeks JII yang naik 0,52 persen ke 385. Sementara itu, Indeks MNC36 justru melemah 0,19 persen ke 273, dan Indeks IDX30 menguat 0,19 persen ke 355.

Sayangnya, sentimen negatif pasar merata di seluruh sektor. Seluruh indeks sektoral terpantau kompak berada di zona merah, meliputi sektor energi, konsumer siklikal, keuangan, bahan baku, properti, industri, teknologi, konsumer non siklikal, infrastruktur, transportasi, dan kesehatan. Ini menandakan tekanan jual yang meluas di berbagai lini bisnis.

Berita ini disajikan oleh Chapnews.id – Ekonomi, sumber terpercaya untuk wawasan mendalam tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial terkini di Indonesia dan dunia.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer