Ads - After Header

Geger Jember! Ngaku Bertemu Allah, Kiai Ini Terancam Bui

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Jagat maya Jember digegerkan oleh kemunculan video seorang pria yang mengklaim telah bertemu langsung dengan Allah SWT dan mendapat ciuman dari Nabi Muhammad SAW. Pria bernama Abdullah Arrosyi, yang dikenal sebagai Kiai Abdullah dari Desa Sumberweling, Kecamatan Sumberbaru, kini harus berhadapan dengan hukum setelah pengakuannya yang viral di media sosial itu memicu laporan dugaan penistaan agama.

Video kontroversial tersebut, yang diunggah melalui akun TikTok @kyai.padepokan86, menampilkan Kiai Abdullah dengan keyakinan penuh menceritakan pengalaman spiritualnya yang luar biasa. Klaim ini sontak menyulut reaksi keras dari masyarakat dan tokoh agama setempat, yang merasa resah dan terganggu dengan narasi tersebut.

Geger Jember! Ngaku Bertemu Allah, Kiai Ini Terancam Bui
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Jember, Ipda Firmansyah, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah memantau perkembangan polemik ini sejak awal video tersebut menyebar luas di dunia maya. "Polres sudah monitor. Yang dilaporkan itu atas nama Abdullah Arrosy, yang dalam media sosialnya beliau mengklaim pernah bertemu langsung secara sadar dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasulullah," ujar Firmansyah pada Senin (21/9).

Konten yang diunggah Abdullah dengan cepat menarik perhatian publik dan memicu penolakan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Firmansyah menambahkan, situasi di Dusun Sumberweling, Desa Sumberbaru, sempat memanas, berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban jika tidak segera ditangani. "Kegiatan tersebut meresahkan warga sekitar atau tokoh agama setempat di daerah situ," katanya.

Sebelum menempuh jalur hukum, upaya mediasi sempat dilakukan lebih dari satu kali di tingkat Polsek Sumberbaru. Tujuannya agar permasalahan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan dengan syarat Kiai Abdullah menghapus konten kontroversialnya. Namun, upaya tersebut menemui jalan buntu karena yang bersangkutan tidak bersedia. "Warga, tokoh agama, serta ormas sempat memfasilitasi proses tabayyun sebanyak dua kali di Mapolsek Sumberbaru agar yang bersangkutan menghapus postingan tersebut. Akan tetapi, yang bersangkutan tidak berkenan dan tidak bersedia," jelas Firmansyah.

Akibat kegagalan mediasi itu, warga dan tokoh agama akhirnya memutuskan untuk melaporkan Abdullah ke Polres Jember atas dugaan penistaan agama. Identitas pelapor sendiri disepakati untuk tidak dipublikasikan demi menjaga keamanan dan menghindari tekanan dari pihak tertentu.

Terkait proses hukum, Firmansyah menegaskan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan awal. Penyidik akan bertindak hati-hati dan berencana menggandeng sejumlah ahli, termasuk ahli bahasa, sosial, dan IT elektronik, untuk memberikan masukan dalam proses penyelidikan. "Proses hukum masih berjalan sampai menunggu perkembangan terbaru. Masih tahap penyelidikan oleh penyidik, sampai mana tahapannya, dasarnya bagaimana, jadi tidak sekonyong-konyong menentukan, oh ini bersalah. Masih proses penyelidikan," tegasnya.

Polisi juga memastikan bahwa status Abdullah Arrosyi saat ini masih sebagai saksi terlapor, belum ditetapkan sebagai tersangka. Mengenai kemungkinan pemeriksaan kondisi kejiwaan, pihak kepolisian belum bisa memberikan rincian lebih lanjut karena fokus utama saat ini adalah melengkapi bukti-bukti awal. "Untuk saat ini penyidik masih belum memutarkan secara detail tahapan-tahapan yang disampaikan atau prosesnya. Akan tetapi, kemarin sempat kami konfirmasi, masih proses penyelidikan, masih mengumpulkan data dan bukti terkait kejadian yang mengaku bertemu dengan Allah dan Rasulullah," pungkas Firmansyah, menandaskan bahwa proses hukum akan berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer