Ads - After Header

Geger! MBG & Kopdes Dituding Bebani APBN, Purbaya Pasang Badan

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Program-program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), belakangan ini menjadi sorotan publik. Kedua inisiatif tersebut ramai diperbincangkan karena dianggap berpotensi membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan tegas membantah tudingan tersebut, memastikan bahwa program-program ini tidak akan memberikan tekanan fiskal yang berarti.

Purbaya menyatakan bahwa kekhawatiran mengenai beban APBN terhadap MBG dan KDKMP tidak berdasar. Ia menekankan bahwa pemerintah telah merancang program-program ini dengan cermat agar tetap selaras dengan kondisi keuangan negara. Pernyataan ini disampaikan Purbaya menanggapi berbagai spekulasi yang beredar, seperti dilansir chapnews.id pada Senin (8/6/2026).

Geger! MBG & Kopdes Dituding Bebani APBN, Purbaya Pasang Badan
Gambar Istimewa : img.okezone.com

1. Fleksibilitas Program MBG Jadi Kunci

Salah satu poin utama yang disampaikan Purbaya adalah fleksibilitas program MBG. Ia menjelaskan bahwa MBG dirancang agar dapat disesuaikan dengan dinamika ekonomi dan kebutuhan anggaran yang ada. "Anggapannya MBG tidak fleksibel, saya kasih ke S&P kalau yang ini bisa di-adjust (disesuaikan)," ujar Purbaya di Jakarta, Sabtu (6/6/2026), seperti dikutip dari chapnews.id.

Purbaya menambahkan, fleksibilitas ini krusial untuk menjaga defisit APBN tetap di bawah 3%, bahkan dalam skenario terburuk seperti kenaikan harga minyak global. Lembaga pemeringkat seperti S&P sebelumnya sempat mengkhawatirkan MBG akan memengaruhi pengelolaan fiskal dan berpotensi memperlebar defisit. Namun, Purbaya berhasil meyakinkan mereka tentang kemampuan pemerintah dalam mengendalikan program ini sesuai kebutuhan.

2. Lembaga Pemeringkat Global Tak Persoalkan Fondasi Fiskal

Purbaya juga menegaskan bahwa lembaga pemeringkat global tidak mempermasalahkan program MBG dan KDKMP terkait pengelolaan fiskal pemerintah. "Waktu saya ketemu dengan S&P terakhir, dia tidak meributkan itu (program prioritas pemerintah), cuma dia mengkhawatirkan sentimen negatif yang ada di market. Kalau fondasinya tidak ada masalah," jelas Purbaya.

Meskipun program-program ini memang membutuhkan alokasi belanja yang cukup besar, Purbaya memastikan bahwa pemerintah memiliki mekanisme penyesuaian yang memungkinkan untuk menjaga defisit sesuai asumsi makro yang telah ditetapkan. Dengan demikian, Purbaya optimistis bahwa program prioritas pemerintah ini dapat berjalan tanpa mengganggu stabilitas fiskal negara.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer