Chapnews – Nasional – Suasana tenang di Muara Kali Adem, Desa Karang Serang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Banten, mendadak berubah mencekam pada Kamis (9/4) pagi. Warga setempat digegerkan oleh penemuan sesosok mayat seorang pelajar SMA yang teridentifikasi berinisial NAW (16). Korban, yang berasal dari Kampung Pondok Dadap, Desa Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan, diduga kuat terlibat dalam aksi tawuran sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa.
Jasad NAW ditemukan dalam kondisi mengenaskan, tersangkut di batang pohon di area muara. Ia masih mengenakan seragam sekolah swasta dari wilayah Sepatan, sebuah pemandangan yang menambah pilu bagi warga yang menemukan. Video amatir warga yang beredar turut memperlihatkan kondisi tragis tersebut.

Kapolresta Tangerang, Kombes Indra Waspada, membenarkan penemuan ini pada Jumat (10/4) dan mengidentifikasi korban sebagai NAW (16), seorang pelajar dari Kampung Pondok Dadap, Desa Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan. “Saat ditemukan, korban masih mengenakan seragam sekolah, salah satu sekolah swasta di wilayah Sepatan,” ujar Kombes Indra, seperti dilansir chapnews.id.
Hasil pemeriksaan awal tim kepolisian mengungkapkan adanya sejumlah luka pada tubuh korban, khususnya di bagian dada sebelah kanan dan tangan kanan. Tak jauh dari lokasi penemuan jasad, sebuah sepeda motor yang diduga kuat milik korban juga ditemukan di area pemakaman dengan kondisi stang terkunci. Untuk mengungkap penyebab pasti kematian, jasad NAW telah dievakuasi ke RSUD Balaraja untuk menjalani proses visum.
Kombes Indra menambahkan, pihaknya telah memintai keterangan dari sejumlah saksi, termasuk rekan-rekan korban. Berdasarkan informasi awal yang berhasil dihimpun, korban diduga kuat sempat terlibat dalam aksi tawuran sesaat sebelum ditemukan meninggal dunia. Namun demikian, kepolisian menegaskan bahwa proses pendalaman masih terus dilakukan guna mengungkap kronologi kejadian secara menyeluruh serta mengidentifikasi seluruh pihak yang terlibat dalam insiden tragis ini.
Menyikapi insiden ini, pihak kepolisian kembali menyerukan imbauan kepada masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka. Hal ini penting guna mencegah keterlibatan generasi muda dalam aksi-aksi kekerasan yang berpotensi merenggut nyawa.


