Chapnews – Nasional – Pemerintah Kota Bandung secara resmi menyegel Kebun Binatang Bandung pada Kamis (5/2). Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, angkat bicara menjelaskan bahwa tindakan ini merupakan langkah strategis untuk menata aset daerah sekaligus memastikan kesejahteraan satwa yang berada di dalamnya.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Farhan menegaskan bahwa tanah Kebun Binatang Bandung adalah milik sah Pemkot Bandung yang berfungsi sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik dengan penekanan pada perlindungan. Menurutnya, kehadiran negara mutlak diperlukan untuk menjaga aset vital ini dan menjamin keselamatan serta perawatan satwa di dalamnya.

Farhan menjelaskan bahwa proses penanganan Kebun Binatang Bandung tidak berjalan sendiri. Pihaknya berkoordinasi erat dengan Kementerian Kehutanan dan Dinas Kehutanan Jawa Barat guna memastikan masa transisi berlangsung aman dan terkendali. Ia juga menekankan bahwa kewenangan penuh atas satwa, khususnya yang dilindungi, berada di bawah Kementerian Kehutanan. Pemkot Bandung, lanjutnya, berkomitmen mendukung penuh upaya penyelamatan dan perawatan satwa sesuai standar kesejahteraan.
"Satwa tidak boleh menjadi korban konflik administratif atau kelembagaan," tegas Farhan. "Yang kami lakukan hari ini adalah memastikan mereka aman, dirawat, dan tidak terlantar." Selain itu, aspek sosial juga menjadi perhatian serius. Pemkot Bandung menjamin para mantan pekerja akan tetap diperhatikan dan berkesempatan melanjutkan pekerjaan sesuai ketentuan yang berlaku. Selama masa transisi, kebutuhan operasional dasar seperti listrik, kebersihan, dan pemeliharaan kawasan tetap akan ditanggung pemerintah.
Ke depan, Farhan memastikan kawasan Kebun Binatang Bandung akan dipertahankan sebagai RTH publik dengan fungsi perlindungan. Pengelolaannya akan diarahkan lebih profesional dengan mengedepankan fungsi pendidikan, konservasi, lingkungan, dan budaya sebagai inti utama.
Sementara itu, Humas Serikat Pekerja Bandung Zoo, Sulhan Syafii, yang akrab disapa Aan, belum bisa memberikan banyak komentar terkait penyegelan tersebut. Saat dihubungi chapnews.id, Aan mengungkapkan bahwa pihaknya masih dalam pembicaraan dengan Kepala Satpol PP.
Meskipun disegel, Aan memastikan para pekerja yang bertanggung jawab mengurus satwa masih terus bekerja seperti biasa. Kondisi satwa pun, menurutnya, tetap aman dan terurus. Aan berharap para pekerja, banyak di antaranya yang telah mengabdi puluhan tahun, dapat tetap melanjutkan pekerjaan mereka di lokasi tersebut. Kondisi satwa saat ini dipastikan aman dan terawat dengan baik.



