Ads - After Header

Gerbong KRL Wanita Pindah? Menteri PPPA Minta Maaf, KAI Tegas!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) lalu memicu polemik baru di tengah masyarakat. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, sempat mengusulkan pemindahan gerbong khusus wanita ke tengah rangkaian kereta, sementara gerbong pria di ujung. Pernyataan ini menuai kritik dan akhirnya Arifah menyampaikan permohonan maaf. Di sisi lain, pakar transportasi dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) turut angkat bicara meluruskan isu ini, menegaskan prioritas utama adalah keselamatan.

Usulan kontroversial Arifah Fauzi muncul setelah insiden tabrakan antara KRL Cikarang dengan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek. Ia menyarankan agar gerbong wanita dipindahkan ke tengah untuk alasan keamanan. Namun, tak lama setelah itu, Arifah mengakui kekeliruan pernyataannya. "Terkait pernyataan saya pasca insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur, saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat," ujarnya melalui akun resmi KemenPPPA pada Rabu (29/4). Ia menambahkan, "Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti dan tidak nyaman atas pernyataan tersebut." Arifah mengakui pernyataannya tersebut tidak sensitif.

Gerbong KRL Wanita Pindah? Menteri PPPA Minta Maaf, KAI Tegas!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menanggapi polemik yang terjadi, Ketua Forum Transportasi Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Deddy Herlambang, memberikan klarifikasi penting. Menurut Deddy, tidak ada konsep gerbong khusus laki-laki dalam rangkaian kereta api. "Yang mengusulkan KKW [Kereta Khusus Wanita] dipindah di tengah itu absurd saja karena dianggap ada Kereta Khusus Wanita dan Kereta Khusus Pria—yang sebenarnya adalah Kereta campur," jelas Deddy pada Rabu (29/4) melalui pesan singkat. Ia menegaskan bahwa selain gerbong khusus wanita, seluruh gerbong lainnya adalah gerbong campuran yang dapat diisi oleh pria maupun wanita.

Deddy Herlambang lebih lanjut menekankan bahwa fokus utama seharusnya bukan pada penempatan gerbong, melainkan pada aspek keselamatan. "Yang penting aspek manajemen keselamatan perkeretaapian itu sendiri," tegasnya. Ia juga menjelaskan bahwa Kereta Khusus Wanita (KKW) bukanlah standar pelayanan minimum, melainkan sebuah bentuk bonus pelayanan eksklusif bagi penumpang wanita yang memilih untuk tidak bercampur dengan penumpang pria. Penempatan KKW di ujung rangkaian, menurut Deddy, justru untuk memudahkan mobilitas penumpang wanita, mengingat pintu keluar masuk stasiun umumnya berada di tengah.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, menegaskan komitmen perusahaannya terhadap keselamatan seluruh penumpang. "Kami perlu menegaskan juga bahwa keselamatan adalah prioritas utama kami," ujar Bobby di Stasiun Bekasi Timur, Rabu ini. Ia memastikan bahwa tidak ada perbedaan tingkat perlindungan keamanan antara penumpang laki-laki maupun perempuan di dalam kereta. Bobby juga secara lugas menyatakan bahwa usulan pemindahan posisi gerbong wanita tidak berkaitan dengan tingkat keselamatan. "Kami tidak ada toleransi sama sekali pun untuk melanggar atau menurunkan tingkat keselamatan dari para pelanggan pengguna jasa dari PT Kereta Api Indonesia, baik itu gendernya laki-laki maupun gendernya perempuan," pungkasnya.

Sebagai informasi, kecelakaan maut yang melibatkan Kereta Api Listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam telah menelan korban. Hingga Rabu siang, tragedi tersebut merenggut nyawa 16 orang. Selain itu, 90 orang mengalami luka-luka, dengan rincian 44 korban telah diperbolehkan pulang dan 46 pasien lainnya masih dalam perawatan medis.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer