Chapnews – Ekonomi – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia punya resep jitu menghadapi gejolak tarif impor era Trump. Bukan hanya mengandalkan strategi global, Kadin justru mendorong penguatan ekonomi daerah dan kolaborasi strategis dengan China. Strategi ini dinilai mampu menciptakan ketahanan ekonomi nasional yang lebih kuat.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengajak untuk melihat potensi ekonomi daerah sebagai benteng pertahanan. Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi contoh nyata. Anindya melihat potensi wisata dan ekonomi kelautan NTT yang luar biasa, namun masih belum termaksimalkan.

"NTT punya potensi wisata yang luar biasa, tak hanya Labuan Bajo, tapi juga Rote dan Alor," ujar Anindya dalam acara HSBC Summit 2025, Selasa (22/4/2025). "Sayangnya, dana gabungan APBD dan retribusi hanya Rp5 triliun, sementara pengeluaran untuk barang luar NTT mencapai Rp59 triliun. Ini peluang besar yang harus kita garap," tambahnya.
Kolaborasi antara Kadin, investor lokal dan asing, menurut Anindya, sangat krusial untuk mengembangkan potensi daerah, khususnya sektor perikanan. Lobster, misalnya, memiliki pasar global yang besar. Anindya bahkan mengusulkan kerja sama dengan Vietnam untuk mengembangkan budidaya lobster di NTT dan mengekspornya ke Amerika Serikat, sebagai alternatif menghadapi tarif impor.
"Kita harus berpikir di luar kotak. Kita harus mengembangkan sektor hilir, seperti pengalengan hasil laut, untuk menembus pasar Amerika," tegas Anindya. Ia menekankan pentingnya strategi baru dalam menghadapi dinamika perdagangan global, memperkuat neraca perdagangan, dan mendorong investasi di sektor hilir.
Selain itu, Anindya juga menyoroti pentingnya menjaga hubungan strategis dengan China. "Kita menikmati surplus perdagangan sekitar USD2 miliar dengan China. Ini harus dijaga dengan fokus pada tiga hal utama," ujarnya tanpa merinci ketiga hal tersebut. Kadin menilai, kerja sama perdagangan dan investasi dengan China tetap menjadi kunci dalam memperkuat ekonomi domestik. Dengan strategi ini, Indonesia diharapkan mampu menghadapi tantangan global dan mewujudkan ketahanan ekonomi yang lebih kokoh.



