Ads - After Header

Tragedi Helikopter Kalbar: WN Malaysia Turut Jadi Korban!

Ahmad Dewatara

Tragedi Helikopter Kalbar: WN Malaysia Turut Jadi Korban!

Chapnews – Nasional – Tragedi memilukan menyelimuti wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, setelah helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air Nusantara jatuh. Delapan nyawa melayang dalam insiden nahas ini, termasuk seorang warga negara Malaysia, Mr. Patrick K. Seluruh korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, meskipun proses evakuasi tiga di antaranya sempat terkendala karena posisi terjepit di bangkai pesawat.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan, melalui Direktur Jenderal Lukman F Laisa, telah merilis daftar lengkap identitas korban pada Jumat (17/4). Helikopter tersebut diawaki oleh Capt. Marindra Wibowo sebagai pilot dan Harun Arasyid sebagai engineer. Enam penumpang lainnya adalah Mr. Patrick K. (Warga Negara Malaysia), Mr. Victor T, Mr. Charles L, Mr. Joko C, Mr. Fauzie O, dan Mr. Sugito.

Tragedi Helikopter Kalbar: WN Malaysia Turut Jadi Korban!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban," tutur Lukman F Laisa dalam keterangannya. Ia juga menegaskan bahwa Ditjen Hubud terus berkoordinasi erat dengan AirNav Indonesia, Basarnas, serta instansi terkait lainnya untuk memastikan kelancaran proses evakuasi dan penanganan lebih lanjut di lokasi kejadian.

Kronologi Penerbangan Maut

Kronologi insiden dimulai saat helikopter jenis EC 130 T2 dengan nomor registrasi PK-CFX itu lepas landas dari Helipad PT Cipta Mahkota (CMA) menuju Helipad PT Graha Agro Nusantara 1 (GAN1) di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, pada Kamis (16/4).

Menurut Lukman, pesawat mengudara pada pukul 07.37 WIB. Sekitar satu jam kemudian, tepatnya pukul 08.39 WIB, sinyal darurat terdeteksi dari wilayah hutan Kalimantan Barat. Hanya berselang 36 menit, pada pukul 09.15 WIB, helikopter dinyatakan hilang kontak. AirNav Indonesia kemudian segera menerbitkan notifikasi darurat (DETRESFA) pada pukul 10.43 WIB, sesuai prosedur standar penanganan kejadian darurat penerbangan.

Evakuasi Dramatis di Medan Ekstrem

Tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Basarnas, dan relawan segera dimobilisasi untuk mencari helikopter yang hilang. Upaya pencarian tidak mudah. Seperti dilaporkan chapnews.id sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Sekadau Iptu Zainal Abidin menjelaskan bahwa tim harus bekerja ekstra keras menghadapi medan yang sangat sulit. Lokasi jatuhnya helikopter berada di area terjal, dikelilingi hutan lebat dan perbukitan dengan akses jalan yang terbatas.

Untuk menjangkau lokasi, tim SAR gabungan mengerahkan berbagai potensi, mulai dari helikopter Super Puma hingga sepeda motor. Peralatan khusus juga digunakan untuk memotong bagian badan helikopter demi mengevakuasi korban yang terjepit.

Puing-puing helikopter PK-CFX akhirnya berhasil terdeteksi dari udara di kawasan hutan Dusun Hulu Peniti. Penemuan awal ini dilaporkan oleh Kapten Pilot Puskorma, Abdi Ridho, setelah melakukan pencarian dan pengamatan berulang kali.

Dalam kesempatan tersebut, Lukman F Laisa juga mengimbau masyarakat agar menahan diri dan tidak berspekulasi terkait penyebab kejadian. "Kami mengimbau masyarakat untuk menunggu informasi resmi dari pemerintah dan tidak berspekulasi terkait kejadian ini," pungkasnya.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer