Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Peternak ayam di seluruh Indonesia tengah menghadapi tantangan berat akibat anjloknya harga ayam hidup (live bird) yang disebabkan oleh kelebihan pasokan atau oversupply. Menanggapi kondisi kritis ini, Badan Pangan Nasional (Bapanas) secara proaktif mengambil langkah strategis untuk memulihkan harga dan meningkatkan kesejahteraan para peternak. (Jumat, 12 Juni 2026)
Dalam upaya konkret, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, mengungkapkan bahwa pemerintah telah menjalin kesepakatan penting dengan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar). Kesepakatan ini bertujuan untuk menstabilkan dan mewajarkan kembali harga di tingkat peternak. "Pemerintah berkomitmen penuh untuk mengawal implementasi komitmen dari Pinsar Indonesia," tegas Maino dalam keterangan resminya, Jumat (12/6/2026). Ia menambahkan, "Meskipun kita mengakui adanya kondisi kelebihan pasokan, kami berharap harga pembelian di tingkat peternak dapat segera membaik dan mendekati Harga Acuan Pembelian (HAP)."

Kesepakatan tersebut merinci target kenaikan harga pembelian live bird secara bertahap. Dimulai sejak 10 Juni, harga ditetapkan sebesar Rp15.500 per kilogram berat hidup untuk wilayah Jawa Tengah, dan Rp16.000 per kilogram untuk Jawa Barat serta Jawa Timur. Selanjutnya, pada 12 Juni, harga kembali dinaikkan menjadi Rp17.000 per kilogram di Jawa Tengah dan Rp17.500 per kilogram di Jawa Barat serta Jawa Timur. Puncak target pemulihan harga adalah pada 15 Juni 2026, di mana Pinsar Indonesia bersama para pelaku usaha perunggasan menargetkan harga live bird dapat menyentuh angka Rp19.500 per kilogram berat hidup di seluruh wilayah Pulau Jawa.
Para pelaku usaha perunggasan dan Pinsar Indonesia menekankan bahwa keberhasilan pemulihan harga ini sangat bergantung pada kekompakan, disiplin, dan komitmen seluruh pihak yang terlibat. Selain fokus pada mekanisme harga, kesepakatan ini juga menyoroti pentingnya optimalisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dilihat sebagai instrumen strategis yang dapat secara langsung menyerap produksi ayam dan telur dari peternak rakyat, memberikan dampak positif ganda bagi stabilitas pasar dan kesejahteraan peternak, seperti dilaporkan oleh chapnews.id.


