Ads - After Header

Harga BBM Non-Subsidi Melonjak, Cek Daftar Lengkapnya!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Kabar mengejutkan datang dari sektor energi. PT Pertamina Patra Niaga secara resmi mengumumkan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi di awal September 2023. Kenaikan ini berlaku untuk sejumlah produk unggulan seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite, hingga Pertamax Green 95, yang mulai efektif pada tanggal 1 dan 2 September. Sementara itu, kabar baiknya, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar, serta Pertamax reguler, tetap stabil, tidak mengalami perubahan.

Penyesuaian harga ini tentu saja menjadi sorotan utama bagi para pengguna kendaraan. Berdasarkan data yang dihimpun chapnews.id, harga Pertamax Turbo kini terkerek dari Rp18.300 menjadi Rp19.600 per liter, sebuah lonjakan sebesar Rp1.300. Tak hanya itu, Dexlite juga mengalami kenaikan signifikan, dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter, atau naik Rp4.000. Produk diesel premium lainnya, Pertamina Dex, juga tak luput dari penyesuaian, harganya kini mencapai Rp25.200 per liter dari sebelumnya Rp21.150, naik Rp4.050. Kenaikan ini mulai berlaku sejak 1 September. Sehari setelahnya, pada 2 September, giliran Pertamax Green 95 yang harganya naik Rp2.550, dari Rp16.600 menjadi Rp19.150 per liter.

Harga BBM Non-Subsidi Melonjak, Cek Daftar Lengkapnya!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Di tengah gejolak harga BBM non-subsidi, masyarakat dapat sedikit bernapas lega. PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa harga BBM jenis Pertamax tetap di angka Rp15.950 per liter. Demikian pula dengan BBM bersubsidi yang menjadi andalan banyak kalangan, yakni Pertalite, yang harganya tetap stabil di Rp10.000 per liter, dan Biosolar di Rp6.800 per liter. Keputusan ini menunjukkan komitmen Pertamina untuk menjaga stabilitas harga pada jenis BBM tertentu yang memiliki dampak luas bagi perekonomian rakyat.

Menanggapi penyesuaian harga ini, VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil dengan mengacu pada formula yang telah ditetapkan oleh pemerintah. "Penyesuaian harga dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah indikator krusial, antara lain fluktuasi harga minyak mentah dunia, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, struktur pajak, serta faktor relevan lainnya termasuk tingkat daya beli masyarakat pengguna BBM tersebut," ujar Kitty di Jakarta, seperti dikutip chapnews.id.

Kitty Andhora juga menegaskan bahwa dengan adanya penyesuaian harga ini, Pertamina Patra Niaga tidak akan mengubah komitmennya dalam menjaga kualitas produk dan memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen. Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar senantiasa menggunakan produk BBM yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan masing-masing. Hal ini penting tidak hanya untuk menjaga performa mesin yang optimal, tetapi juga untuk efisiensi konsumsi bahan bakar di tengah dinamika harga yang terus berubah.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer