Ads - After Header

Harga Pangan Harus Stabil Jelang Nataru

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah mengeluarkan instruksi tegas terkait stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Fokus utama pemerintah adalah memastikan tidak ada lonjakan harga yang dapat membebani daya beli masyarakat di tengah momentum libur akhir tahun tersebut.

Menariknya, pemerintah tidak hanya menargetkan harga tetap stabil, tetapi juga mendorong adanya tren penurunan harga pada sejumlah komoditas pangan utama. Langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat dapat merayakan hari besar dengan tenang tanpa harus terbebani oleh kenaikan harga kebutuhan pokok yang biasanya terjadi secara musiman.

Harga Pangan Harus Stabil Jelang Nataru
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, mengungkapkan bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Presiden menekankan pentingnya menjaga stabilitas pangan agar tidak terjadi gejolak ekonomi di tingkat konsumen saat memasuki periode Nataru.

"Prinsipnya, Presiden ingin momen Natal dan Tahun Baru ini tidak ada kenaikan harga pangan. Justru yang diharapkan sebenarnya adalah penurunan harga pangan," ujar Andriko dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Untuk mewujudkan target tersebut, Bapanas menekankan bahwa menjaga harga saja tidak cukup. Pemerintah harus memastikan dua aspek krusial lainnya berjalan beriringan, yakni ketersediaan pasokan yang melimpah dan kelancaran jalur distribusi dari produsen ke pasar-pasar tradisional maupun modern. Jika pasokan aman dan distribusi lancar, maka potensi kelangkaan barang yang memicu kenaikan harga dapat diminimalisir.

Salah satu perhatian khusus pemerintah tertuju pada komoditas beras. Mengingat beras merupakan kebutuhan pokok utama bagi mayoritas penduduk Indonesia, stabilitas harganya menjadi prioritas nasional. Pemerintah tidak akan menoleransi adanya praktik spekulasi oleh oknum pedagang yang mencoba mempermainkan harga demi keuntungan pribadi di tengah momen libur akhir tahun.

"Kita harus memastikan harga tetap stabil dan pasokan selalu tersedia. Tidak boleh ada pihak yang mempermainkan harga beras, karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak," tegas Andriko.

Selain pengawasan distribusi, pemerintah juga akan memperkuat pengawasan di lapangan untuk mendeteksi adanya penimbunan barang. Dengan koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan stabilitas pangan tetap terjaga sehingga perayaan Natal dan Tahun Baru 2026/2027 dapat berjalan dengan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer