Chapnews.id – Kabar kurang menyenangkan datang dari pasar pangan nasional. Berdasarkan pantauan data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia pada Rabu (7/10/2026), sejumlah komoditas kebutuhan pokok masyarakat terpantau mengalami tren kenaikan harga yang cukup signifikan.
Kenaikan harga yang paling mencolok terlihat pada kelompok komoditas cabai. Fluktuasi harga terjadi pada hampir seluruh jenis cabai yang ada di pasaran. Cabai merah keriting mencatatkan lonjakan tertinggi dengan kenaikan mencapai 5,18 persen, sehingga kini dibanderol seharga Rp76.100 per kilogram. Tak ketinggalan, cabai rawit hijau juga merangkak naik 1,3 persen ke level Rp70.200 per kilogram, sementara cabai merah besar mengalami kenaikan tipis sebesar 0,82 persen menjadi Rp61.600 per kilogram.

Selain kelompok cabai, kebutuhan dapur lainnya seperti minyak goreng juga tidak luput dari kenaikan. Minyak goreng curah tercatat naik 2,7 persen menjadi Rp20.950 per liter. Tren serupa juga menyasar minyak goreng kemasan bermerek II yang mengalami kenaikan 1,91 persen menjadi Rp23.950 per liter.
Komoditas pangan lainnya seperti gula pasir dan daging sapi juga menunjukkan pergerakan harga ke atas. Gula pasir lokal naik tipis 0,26 persen ke angka Rp19.200 per kilogram, sedangkan gula pasir kualitas premium naik 0,74 persen menjadi Rp20.500 per kilogram. Di sektor protein, daging sapi kualitas II mengalami kenaikan 0,31 persen sehingga kini menyentuh harga Rp143.750 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada sektor beras kualitas bawah, di mana beras kualitas bawah I naik 1,68 persen menjadi Rp15.150 per kg, dan kualitas bawah II naik 1,7 persen menjadi Rp14.950 per kg.
Meski sebagian besar komoditas mengalami kenaikan, pasar pangan tidak sepenuhnya bergerak ke satu arah. Masih terdapat beberapa produk yang mengalami penurunan harga yang dapat sedikit meringankan beban belanja konsumen. Kelompok bawang-bawangan menunjukkan tren penurunan, di mana bawang merah turun 1,47 persen menjadi Rp36.750 per kilogram dan bawang putih turun 2,83 persen menjadi Rp37.800 per kilogram.
Sektor beras kualitas menengah hingga atas juga menunjukkan kabar baik dengan adanya penurunan harga. Beras kualitas medium I turun 1,81 persen menjadi Rp16.300 per kg, sementara beras kualitas super I mengalami penurunan cukup dalam sebesar 3,62 persen ke angka Rp17.300 per kg.
Selain itu, konsumen juga bisa mendapatkan harga lebih murah untuk daging ayam ras segar yang turun 5,13 persen menjadi Rp39.750 per kg, serta telur ayam ras segar yang merosot 5,19 persen ke harga Rp28.300 per kg. Dinamika harga yang fluktuatif ini menunjukkan bahwa kondisi pasar pangan saat ini masih sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor pasokan dan permintaan di lapangan.


