Chapnews – Nasional – Istana Kepresidenan akhirnya angkat bicara menanggapi isu yang santer beredar di masyarakat, terutama di media sosial, mengenai penunjukan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau yang lebih dikenal dengan Haji Isam oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai koordinator khusus penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi Prasetyo dengan tegas membantah kebenaran kabar tersebut.
"Enggak ada. Tidak ada. Tidak benar itu," kata Prasetyo saat ditemui di JCC, Jakarta, mengutip chapnews.id, Minggu (23/8).

Prasetyo menjelaskan bahwa meskipun semua pihak memang diminta untuk turut serta membantu dalam upaya penanggulangan karhutla, namun tidak ada penunjukan spesifik kepada Haji Isam untuk menjadi koordinator. Ia menekankan bahwa peran koordinator semacam itu tidak sesuai dengan kewenangan yang ada.
"Bahwa semua pihak diminta ikut membantu, iya. Tapi kalau menjadi koordinator itu tidak, kan, karena kan kewenangannya bukan di situ," ungkapnya lebih lanjut.
Isu mengenai penunjukan Haji Isam ini sebelumnya menjadi viral di berbagai platform media sosial, termasuk X. Dalam narasi yang beredar, disebutkan bahwa Haji Isam ditugaskan secara langsung oleh Presiden Prabowo untuk memimpin dan mengkoordinasikan seluruh upaya penanganan karhutla di Indonesia.
Kabar ini mencuat di tengah kondisi karhutla yang masih menjadi perhatian serius dan menimbulkan dampak luas di berbagai wilayah Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, total luas lahan yang terbakar akibat karhutla di Indonesia telah mencapai angka yang signifikan, yakni sekitar 72.798 hektare.
Berdasarkan data terbaru yang disampaikan oleh Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari pada Minggu (22/8), Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menjadi wilayah dengan luas karhutla terbesar, mencapai 38.310 hektare. Untuk mengatasi situasi ini, sebanyak 10.010 petugas telah dikerahkan di Kalbar.
Berikut adalah rincian luas karhutla di beberapa provinsi utama di Indonesia:
- Kalimantan Barat: 38.310,89 ha
- Riau: 16.249,24 ha
- Kalimantan Selatan: 8.019,62 ha
- Kalimantan Tengah: 7.634,46 ha
- Sumatera Selatan: 1.926,23 ha
- Jambi: sekitar 658,29 ha
Total keseluruhan luas lahan terbakar mencapai sekitar 72.798,73 ha.
Sementara itu, jumlah personel Satuan Tugas (Satgas) darat yang dikerahkan untuk penanganan karhutla di berbagai wilayah juga sangat besar, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menghadapi bencana ini:
- Riau: 17.764 personel
- Sumatera Selatan: 11.567 personel
- Kalimantan Tengah: 10.700 personel
- Kalimantan Barat: 10.010 personel
- Jambi: 5.818 personel
- Kalimantan Selatan: 1.408 personel
Total personel Satgas darat yang terlibat mencapai 57.267 orang.


