Ads - After Header

Heboh! Jokowi Gabung PSI, PDIP: Sudah Dipecat!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menanggapi dengan lugas rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang disebut-sebut akan menduduki posisi Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ketua DPP PDIP, Deddy Yevri Sitorus, menegaskan bahwa hubungan partainya dengan Jokowi telah berakhir setelah pemecatannya dari keanggotaan partai.

"Bagi kami, urusan dengan Jokowi sudah selesai. Ia sudah dipecat dari keanggotaan partai. Jadi, ia mau mengenakan jaket partai apa pun, itu sepenuhnya menjadi urusan Jokowi," tegas Deddy saat dihubungi pada Senin (15/6).

Heboh! Jokowi Gabung PSI, PDIP: Sudah Dipecat!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Deddy juga menyebut bahwa keterkaitan Jokowi dengan partai berlambang bunga mawar ini sudah kentara sejak lama. Menurutnya, Jokowi bukan sosok baru bagi PSI, mengingat putranya kini menjabat sebagai Ketua Umum dan sebelum itu, Jokowi telah aktif membesarkan PSI dengan merekrut sejumlah orang kepercayaannya dari lingkungan pemerintahan dan BUMN.

Lebih lanjut, Deddy mengungkapkan adanya upaya PSI membujuk kader PDIP di berbagai daerah, mulai dari anggota dewan, kepala daerah, hingga pengurus partai. Ia bahkan mendengar informasi adanya tawaran bantuan material yang cukup menggiurkan dalam upaya tersebut. "Menurut info yang saya dengar, bahkan rata-rata ditawari bantuan material yang lumayan. Tidak tahu kebenarannya," imbuhnya.

Meski demikian, Deddy mengaku PDIP tidak gentar dengan manuver Jokowi dan PSI. Ia menyoroti kegagalan PSI untuk lolos ke parlemen pada Pemilu 2024 lalu, meskipun saat itu berada di puncak kekuasaan dan menikmati berbagai keuntungan.

"Terus terang kami tidak takut. Pemilu kemarin, saat di puncak kekuasaan dengan jaringan pemerintahan dan APH serta anggaran bansos APBN saja, mereka masih gagal masuk parlemen," ujarnya dengan nada yakin.

Deddy juga memperingatkan bahwa PSI tidak hanya mengincar kader PDIP, tetapi juga kader dari partai-partai lain seperti NasDem, Demokrat, dan PAN. Dengan demikian, PSI diprediksi akan berhadapan dengan koalisi kekuatan politik yang lebih luas. "Ini banyak sekali terlihat gejalanya, terutama di basis-basis Nasdem, Demokrat, dan PAN. Jadi mereka tidak saja berhadapan dengan PDIP, tetapi juga dengan partai-partai lain yang kadernya dipungut untuk membesarkan PSI secara instan," jelas Deddy.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, mengungkapkan rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) untuk segera mengenakan jaket PSI secara resmi sebagai Ketua Dewan Pembina partai tersebut. Grace menjelaskan bahwa PSI saat ini tengah mempercepat penyempurnaan struktur kepengurusan hingga tingkat desa dan kelurahan di seluruh Indonesia, sebagai persiapan menjelang proses verifikasi partai.

"Jadi PSI secara nasional di semua provinsi DPW, agar melengkapi struktur sampai di tingkat desa dan kelurahan… agar Bapak Dewan Pembina bisa segera secara formal memakai jaket PSI dan ikut menyapa masyarakat," kata Grace saat kunjungan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (13/6), seperti dikutip dari chapnews.id.

Grace menilai percepatan pembentukan struktur organisasi ini krusial agar roda partai dapat langsung bergerak begitu Jokowi resmi tampil sebagai Ketua Dewan Pembina PSI. Ia menambahkan bahwa persiapan yang dilakukan pengurus PSI di NTT sudah berjalan baik, namun masih memerlukan sejumlah penyempurnaan sebelum kedatangan Jokowi ke daerah tersebut.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer