Ads - After Header

Heboh Smart Board SD NTT, Mu’ti: Video Tak Akurat!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dengan tegas membantah keakuratan video viral yang beredar di media sosial. Video tersebut menampilkan sebuah Sekolah Dasar (SD) di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diduga menerima fasilitas Papan Interaktif Digital (IFP) atau yang kerap disebut Smart Board, namun tanpa ketersediaan listrik. Mu’ti mengklarifikasi bahwa narasi dalam video tersebut tidak sepenuhnya sesuai kenyataan.

Dalam keterangannya saat Rapat Kerja Komisi X DPR RI pada Senin (21/9), Mu’ti menjelaskan bahwa perangkat yang menjadi sorotan bukanlah Smart TV, melainkan Papan Interaktif Digital (IFP). Ia juga menekankan bahwa kondisi yang terekam dalam video hanya terjadi pada satu ruang kelas saja. "Berita yang viral di media sosial itu sesungguhnya tidak akurat. SD negeri di NTT itu memiliki beberapa ruang kelas, di mana sebagian besar IFP-nya berfungsi normal. Hanya IFP di ruang kelas yang ada di video itu saja yang sedang tidak berfungsi atau mengalami kerusakan," terang Mu’ti.

Heboh Smart Board SD NTT, Mu'ti: Video Tak Akurat!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Lebih lanjut, Mu’ti memaparkan empat pilar komitmen Kemendikdasmen dalam program digitalisasi sekolah. Komitmen tersebut meliputi penyediaan Papan Interaktif Digital (IFP), penyelenggaraan pelatihan komprehensif bagi para guru, distribusi laptop untuk menunjang proses belajar-mengajar, serta jaminan akses jaringan. "Akses jaringan ini sangat vital, dan kami membaginya menjadi dua aspek: jaringan internet dan jaringan listrik," tambahnya.

Untuk mengatasi kendala akses internet di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), Mu’ti mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengimplementasikan layanan internet berbasis satelit, seperti Starlink, yang dinilai sangat terjangkau dan efektif. Sementara itu, bagi sekolah-sekolah yang belum teraliri listrik, Kemendikdasmen telah menyiapkan dua skema solusi. Pertama, melalui pemasangan panel surya sebagai sumber energi alternatif. Kedua, dengan membangun jaringan listrik baru melalui kerja sama intensif dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN). "Pembahasan dengan PLN telah kami lakukan untuk memastikan pembangunan jaringan ini dapat terlaksana sebaik-baiknya di masa mendatang," ujarnya.

Isu ini sebelumnya juga sempat disinggung oleh anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI-Perjuangan, Bonnie Triyana. Ia menyoroti kasus SDN Mboeng di NTT yang menerima smart board namun ironisnya tidak memiliki pasokan listrik. Bonnie menyuarakan kekhawatiran bahwa perangkat canggih tersebut akan rusak jika terlalu lama tidak dapat digunakan.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Moch. Salim Somad, sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa SDN Mboeng akan menjalani proses revitalisasi pada tahun ini. Tim dari Kemendikdasmen bahkan telah turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi sekolah dan memastikan kebutuhan perbaikan yang diperlukan. Salim menambahkan, berdasarkan data pokok pendidikan (Dapodik), SDN Mboeng tercatat memiliki sumber listrik, sehingga secara administratif sekolah tersebut memenuhi syarat sebagai penerima perangkat televisi digital untuk menunjang pembelajaran.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer