Chapnews – Ekonomi – Jakarta, 20 Juni 2025 – Pagi ini, IHSG dibuka dengan kabar buruk. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles cukup dalam, mengalami penurunan signifikan hingga 20,36 poin atau 0,29 persen, berada di level 6.948,28. Pukul 09.03 WIB, penurunan semakin tajam, mencapai 0,61 persen atau 42,50 poin, menekan IHSG ke level 6.926.
Data perdagangan menunjukkan volume saham yang diperdagangkan mencapai 805,59 juta saham dengan nilai transaksi Rp536,16 miliar, terjadi sebanyak 61.518 kali transaksi. Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan jual yang cukup signifikan di pasar.

Dari total saham yang diperdagangkan, 244 saham mengalami penurunan harga, 129 saham mencatatkan kenaikan, dan 192 saham lainnya stagnan. Sektor energi menjadi salah satu yang paling terdampak, mengalami penurunan 0,63 persen. Kondisi serupa juga terjadi di sektor bahan baku (-0,96%), kesehatan (-0,18%), infrastruktur (-0,21%), keuangan (-0,65%), industri (-0,34%), properti (-0,52%), siklikal (-0,82%), dan non siklikal (-0,66%). Hanya sektor teknologi (0,24%) dan transportasi (0,04%) yang menunjukkan kinerja positif.
Di tengah penurunan IHSG, beberapa saham justru mencatatkan kenaikan signifikan. PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) memimpin dengan kenaikan 25,25 persen ke level Rp124, disusul PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) naik 21,10 persen ke Rp264, dan PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) naik 17,00 persen ke Rp117.
Sebaliknya, sejumlah saham mengalami penurunan drastis. PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) menjadi top losers dengan penurunan 15,00 persen ke level Rp1.700, diikuti PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) turun 14,93 persen ke Rp376, dan PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) turun 14,53 persen ke Rp147. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi investor dan menjadi sorotan utama di pasar saham hari ini. (Dani Jumadil Akhir)



