Chapnews.id – Pasar modal Indonesia menunjukkan performa positif pada penutupan perdagangan pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri sesi perdagangan Jumat (6/11/2026) dengan catatan hijau, memberikan sentimen positif bagi para investor di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.
Berdasarkan data pergerakan pasar, IHSG mencatatkan kenaikan sebesar 20,17 poin atau tumbuh 0,40 persen. Penutupan di level psikologis 5.050 ini menandakan adanya upaya penguatan indeks meskipun tekanan jual sempat membayangi beberapa sektor utama. Kenaikan ini menjadi angin segar bagi pelaku pasar sebelum memasuki akhir pekan.

Jika menilik komposisi pergerakan saham, dinamika di bursa terlihat cukup kontras. Meskipun indeks secara keseluruhan menguat, jumlah saham yang mengalami pelemahan sebenarnya jauh lebih dominan. Tercatat sebanyak 440 saham ditutup di zona merah, sementara 231 saham berhasil mencatatkan kenaikan. Adapun sebanyak 292 saham lainnya bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga yang signifikan.
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia juga menunjukkan likuiditas yang cukup tinggi. Nilai transaksi yang berhasil dihimpun mencapai angka Rp10,2 triliun dengan volume perdagangan menyentuh 46,7 miliar saham. Angka ini mencerminkan antusiasme investor dalam melakukan transaksi di tengah penutupan pekan.
Jika melihat pergerakan indeks lainnya, terdapat perbedaan tren yang cukup mencolok. Indeks LQ45, yang merupakan kumpulan saham-saham dengan likuiditas tinggi, justru menunjukkan performa yang lebih agresif dengan kenaikan 0,90 persen ke level 518. Tren positif serupa juga diikuti oleh indeks IDX30 yang naik 0,95 persen ke level 291, serta indeks MNC36 yang tumbuh 0,90 persen ke level 229. Namun, berbeda dengan tren mayoritas, Indeks JII justru terkoreksi cukup dalam sebesar 1,12 persen ke level 287.
Menariknya, meskipun IHSG menguat, mayoritas sektor industri justru berada di zona merah. Sektor-sektor seperti energi, konsumer siklikal, bahan baku, kesehatan, transportasi, industri, properti, infrastruktur, hingga teknologi secara umum mengalami tekanan jual.
Di tengah tekanan sektoral yang luas tersebut, hanya dua sektor yang mampu menunjukkan ketahanan dan berhasil mencatatkan penguatan, yakni sektor keuangan dan sektor konsumer non-siklikal. Keberhasilan sektor keuangan dalam menopang indeks menjadi salah satu faktor kunci yang menjaga IHSG agar tetap berada di jalur hijau pada penutupan perdagangan kali ini. Para investor kini tengah memantau arah kebijakan ekonomi global dan domestik untuk memprediksi pergerakan pasar pada awal pekan mendatang.

