Chapnews – Ekonomi – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (17/6/2026) berakhir dengan sentimen negatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak mampu mempertahankan posisinya, ditutup merosot 34,23 poin atau setara 0,55 persen, mengakhiri hari di level 6.220.
Kondisi pasar mencerminkan dominasi tekanan jual. Tercatat, 409 saham mengalami koreksi, jauh melampaui 306 saham yang berhasil menguat. Sementara itu, 244 saham lainnya terpantau stagnan tanpa perubahan harga. Aktivitas transaksi harian cukup ramai, dengan total nilai mencapai Rp24,1 triliun, melibatkan pertukaran 31,1 miliar lembar saham.

Beberapa indeks acuan lain menunjukkan pergerakan bervariasi. Indeks LQ45, yang berisi saham-saham paling likuid, berhasil naik tipis 0,09 persen ke 625. Demikian pula dengan IDX30 yang menguat 0,21 persen ke 354 dan MNC36 yang melonjak 0,39 persen ke 277. Namun, Indeks Jakarta Islamic Index (JII) tak luput dari tekanan, terkoreksi 0,27 persen ke level 376.
Secara sektoral, mayoritas sektor berakhir di teritori negatif, menandakan pelemahan yang merata. Sektor-sektor seperti energi, konsumer siklikal, properti, bahan baku, transportasi, industri, dan teknologi menjadi korban tekanan jual. Di sisi lain, beberapa sektor mampu bertahan bahkan menguat, di antaranya konsumer non-siklikal, keuangan, infrastruktur, dan kesehatan, menunjukkan resiliensi di tengah gejolak pasar.
Di tengah sentimen negatif pasar, beberapa saham berhasil mencatatkan kinerja cemerlang sebagai top gainers. PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCI) memimpin dengan kenaikan fantastis 35 persen, ditutup di harga Rp135 per saham. Disusul oleh PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) yang melonjak 30,63 persen ke Rp145, dan PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) yang menguat 28,83 persen, mengakhiri perdagangan di level Rp143.
Untuk mendapatkan informasi terkini dan analisis mendalam seputar pergerakan pasar saham serta berita ekonomi lainnya, pantau terus pembaruan dari chapnews.id.


