Ads - After Header

IHSG Meroket Tajam di Akhir Pekan

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Pasar modal Indonesia menunjukkan performa yang sangat impresif pada penutupan perdagangan pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan penguatan signifikan dengan kenaikan mencapai 51,36 poin atau melonjak sebesar 0,95 persen. Pada akhir sesi perdagangan Jumat (23/10/2026), IHSG mendarat dengan manis di level 5.439.

Aksi beli yang masif dari para investor membuat sentimen pasar menjadi sangat positif. Berdasarkan data transaksi, volume perdagangan yang terjadi sangat fantastis, yakni mencapai Rp16,1 triliun. Adapun jumlah saham yang berpindah tangan mencapai angka 43,1 miliar lembar saham, yang menunjukkan likuiditas pasar sedang berada dalam kondisi yang sangat sehat.

IHSG Meroket Tajam di Akhir Pekan
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Dominasi penguatan terlihat jelas di berbagai indeks lainnya. Indeks LQ45, yang menjadi acuan saham-saham paling likuid, naik 0,46 persen ke level 547. Sementara itu, Indeks Jakarta Islamic Index (JII) mencatatkan lonjakan paling tajam sebesar 1,29 persen ke posisi 319. Tak ketinggalan, indeks IDX30 dan MNC36 juga ikut merangkak naik masing-masing sebesar 0,37 persen ke level 306 dan 0,54 persen ke level 240.

Jika menilik pergerakan sektor, mayoritas sektor di bursa saham Indonesia berada dalam zona hijau. Sektor-sektor yang mengalami pertumbuhan positif meliputi sektor konsumer non-siklikal, keuangan, bahan baku, kesehatan, hingga sektor teknologi. Hal ini mengindikasikan bahwa kepercayaan investor terhadap berbagai lini industri di Indonesia sedang berada pada titik yang sangat optimis.

Dalam daftar saham yang paling banyak diburu atau menjadi top gainers, PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) memimpin dengan lonjakan harga mencapai 33,33 persen ke level Rp36. Selain itu, RDI Insight ETF FTSE Indonesia Low Volatility Factor juga mencatatkan kenaikan tajam sebesar 28,87 persen ke posisi Rp125. Tak kalah mencolok, saham PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) turut terbang 25 persen hingga menyentuh harga Rp380.

Namun, tidak semua saham mengalami tren positif. Sejumlah emiten justru mengalami tekanan jual yang cukup dalam. PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) menjadi salah satu yang paling merosot dengan penurunan sebesar 8,33 persen ke level Rp11. Selain itu, Reksa Dana Indeks Batavia IDX30 ETF juga mengalami koreksi sebesar 6,98 persen ke posisi Rp493. Sementara itu, PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) turut melemah 6,94 persen ke level Rp1.140.

Secara keseluruhan, penutupan perdagangan pada Jumat ini memberikan sinyal positif bagi para pelaku pasar untuk menyambut pembukaan perdagangan di pekan mendatang. Dengan kenaikan yang nyaris menyentuh angka 1 persen, IHSG membuktikan ketangguhannya di tengah dinamika ekonomi global.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer