Ads - After Header

IHSG Meroket Tajam Transaksi Melonjak

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Pasar modal Indonesia menunjukkan performa yang sangat impresif dalam sepekan terakhir. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan sebesar 4,90 persen selama periode perdagangan 19 hingga 23 Oktober 2026. Lonjakan ini tidak hanya terlihat pada angka indeks, tetapi juga dibarengi dengan geliat aktivitas perdagangan yang sangat masif di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari Bursa Efek Indonesia, IHSG berhasil ditutup pada level 5.439 di penghujung pekan ini. Angka tersebut menunjukkan tren positif yang kuat jika dibandingkan dengan posisi penutupan pada pekan sebelumnya yang berada di level 5.185. Kenaikan ini memberikan sentimen optimisme bagi para pelaku pasar domestik.

IHSG Meroket Tajam Transaksi Melonjak
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Seiring dengan menguatnya indeks, nilai kapitalisasi pasar di BEI juga ikut merangkak naik. Total kapitalisasi pasar tercatat tumbuh sebesar 4,66 persen, kini menyentuh angka Rp9.583 triliun. Angka ini meningkat dari posisi sebelumnya yang berada di kisaran Rp9.157 triliun. Pertumbuhan kapitalisasi pasar ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap nilai emiten-emiten yang tercatat di bursa.

Salah satu poin paling mencolok dalam pekan ini adalah lonjakan aktivitas transaksi. Rata-rata nilai transaksi harian mengalami pertumbuhan yang sangat tajam, yakni sebesar 25,42 persen. Nilai transaksi harian kini mencapai Rp20,34 triliun, melonjak jauh dibandingkan pekan sebelumnya yang hanya berada di angka Rp16,22 triliun. Hal ini mengindikasikan adanya aliran dana yang cukup besar yang masuk ke pasar saham dalam waktu singkat.

Tidak hanya dari sisi nilai uang, intensitas perdagangan juga meningkat. Frekuensi transaksi harian tumbuh sebesar 13,80 persen menjadi 1,95 juta kali transaksi, naik dari sebelumnya yang tercatat sebanyak 1,72 juta kali. Di sisi lain, rata-rata volume transaksi harian tercatat sebesar 39,96 miliar saham, mengalami sedikit penurunan sebesar 9,39 persen dibandingkan pekan lalu yang mencapai 44,10 miliar saham.

Namun, di balik euforia penguatan indeks tersebut, terdapat catatan penting yang perlu diwaspadai oleh para investor. Meskipun IHSG meroket, pasar saham domestik masih menghadapi tekanan dari investor asing. Sepanjang pekan ini, investor asing justru melakukan aksi jual bersih (net sell) yang cukup besar, yakni mencapai Rp6,67 triliun atau setara dengan USD369,83 juta.

Jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya, tekanan jual dari investor asing ini meningkat drastis. Pada pekan lalu, nilai net sell asing hanya berada di angka Rp3,19 triliun atau USD177,04 juta. Secara persentase dalam denominasi rupiah, tekanan jual bersih investor asing ini melonjak hingga 109,2 persen secara mingguan. Fenomena ini menunjukkan adanya dinamika yang kontras antara kekuatan pembeli domestik yang mampu mendorong indeks naik, dengan aksi keluar modal dari investor mancanegara.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer