Ads - After Header

Indonesia Aman! Stok 9 Pangan Utama Melimpah Ruah!

Ahmad Dewatara

Indonesia Aman! Stok 9 Pangan Utama Melimpah Ruah!

Chapnews – Ekonomi – Badan Pangan Nasional (Bapanas) baru-baru ini mengumumkan kabar gembira terkait kondisi ketahanan pangan Indonesia. Menurut data terbaru, mayoritas komoditas pangan utama di tanah air tercatat mengalami surplus produksi yang signifikan, jauh melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat. Hal ini menegaskan posisi Indonesia dalam kondisi yang sangat aman dari ancaman krisis pangan.

I Gusti Ketut Astawa, Deputi 1 Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, menjelaskan bahwa kepastian data ini bukan tanpa dasar. Informasi tersebut merupakan hasil kolaborasi intensif antara Kementerian Pertanian, Bapanas sendiri, serta data primer yang dikumpulkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai lembaga otoritas data nasional. Berbicara dalam sebuah media briefing di Auditorium BAKOM Jakarta, Senin lalu, Ketut Astawa menegaskan optimisme pemerintah.

Indonesia Aman! Stok 9 Pangan Utama Melimpah Ruah!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Nah dari data ini, sebenarnya kita bisa melihat dari 11 atau 12 pangan yang kita tangani, maka sebetulnya sembilan pangan kita sangat-sangat melebihi. Kita produksi data-data ini memenuhi kebutuhan kita yang lebih. Ada ketersediaan, ada sisa, ada stok-stoknya," ujar Ketut, mengutip data akurat yang menjadi dasar klaim tersebut. Ia merinci beberapa komoditas yang dimaksud, antara lain beras, jagung, bawang merah, cabai besar, cabai rawit, daging ayam ras, telur ayam ras, dan minyak goreng.

Pencapaian ini, menurut Ketut, merupakan indikator konkret dari keseriusan pemerintah dalam mengejar target swasembada pangan. Program swasembada ini merupakan salah satu prioritas utama yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Pihaknya meyakini, ketersediaan pangan yang berlimpah ini adalah buah dari kerja keras kementerian teknis yang terus mendorong peningkatan produksi di sektor hulu.

"Artinya kalau kita bicara swasembada, kita berpikirnya bagaimana Mentan mengeluarkan data kita. Beliau sibuk sekali sekali ke pasar, artinya, upaya pemerintah demi memenuhi kebutuhan rakyat sebagaimana yang dicita-citakan oleh Pak Presiden," imbuhnya, menyoroti peran aktif Menteri Pertanian dalam memastikan pasokan dan harga stabil di tingkat konsumen.

Lebih lanjut, Ketut juga menekankan bahwa klaim surplus pangan ini tidak didasarkan pada asumsi internal semata. Melainkan, perhitungan dilakukan dengan metodologi yang ketat oleh BPS sebagai lembaga yang memiliki otoritas penuh dalam pengumpulan dan analisis data. Transparansi ini penting untuk memastikan akurasi informasi neraca pangan nasional kepada publik, sekaligus menepis keraguan akan kondisi stok pangan di Indonesia.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer