Chapnews – Ekonomi – Indonesia siap mengukir babak baru dalam sejarah ketahanan energi nasional. Pemerintah secara tegas menyatakan komitmennya untuk menghentikan total impor solar mulai tahun 2026. Keputusan monumental ini didukung penuh oleh rampungnya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan milik PT Pertamina (Persero) yang siap beroperasi penuh, menandai langkah besar menuju kemandirian energi.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar penghentian, melainkan manifestasi dari strategi besar untuk memperkuat kemandirian energi bangsa. "Ini bukan penutupan, melainkan sesuai arahan Pak Menteri, mulai 2026 kita tidak akan lagi mengimpor solar. Produksi dalam negeri, khususnya dari RDMP Balikpapan, akan menjadi tulang punggung pasokan kita," ujar Laode di Jakarta, seperti dikutip chapnews.id pada Selasa (6/1/2025).

Ia menambahkan, rencana strategis ini telah dikomunikasikan kepada berbagai badan usaha, termasuk sektor swasta, untuk memastikan kesiapan seluruh pihak. Pemerintah juga sedang menyusun skema distribusi yang komprehensif guna memastikan ketersediaan solar domestik tetap terjamin di seluruh pelosok negeri saat kebijakan ini diberlakukan. Proyek RDMP Balikpapan sendiri, menurut Laode, telah menuntaskan seluruh tahapan krusial dan kini hanya menunggu momen peresmian formal yang direncanakan berlangsung pada Januari 2026. "Tinggal menunggu peresmian saja. Insyaallah, bulan Januari ini akan diresmikan," tegasnya.
Kehadiran RDMP Balikpapan dipandang sebagai game-changer yang akan membebaskan Indonesia dari ketergantungan impor solar yang selama ini membebani neraca perdagangan. Dengan peningkatan signifikan kapasitas kilang, pemerintah optimistis kebutuhan solar di seluruh penjuru negeri dapat sepenuhnya dipenuhi dari produksi domestik, mengukuhkan posisi Indonesia sebagai negara yang berdaulat dalam memenuhi kebutuhan energinya sendiri.



