Chapnews – Ekonomi – Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan geliatnya dengan kabar gembira bagi para investor. Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan bahwa hingga pertengahan April 2026, sebanyak 16 perusahaan telah mengajukan permohonan dan kini berada dalam daftar tunggu untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO). Ini menandakan optimisme korporasi terhadap iklim investasi di Tanah Air.
I Gede Nyoman Yetna, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, menjelaskan bahwa otoritas bursa sedang memproses aplikasi dari berbagai entitas bisnis, mulai dari skala menengah hingga besar, yang berhasrat untuk terdaftar di pasar saham. "Hingga saat ini, terdapat 16 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI," ungkap Nyoman dalam keterangan resminya pada Sabtu (18/4/2026).

Tahun 2026 sendiri telah dibuka dengan suksesnya pencatatan satu perusahaan baru di BEI, yang berhasil menghimpun dana segar senilai Rp0,30 triliun dari pasar. Angka ini menjadi indikator awal kinerja positif bursa di tahun ini.
Menariknya, dominasi antrean IPO kali ini berasal dari entitas bisnis berskala besar. Berdasarkan klasifikasi aset sesuai POJK Nomor 53/POJK.04/2017, sebanyak 11 perusahaan yang mengantre memiliki aset di atas Rp250 miliar. Sementara itu, 5 perusahaan lainnya masuk dalam kategori aset skala menengah, dengan nilai aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.
Dari perspektif sektoral, sektor kesehatan (healthcare) menunjukkan aktivitas paling tinggi dengan empat perusahaan yang siap melantai. Disusul ketat oleh sektor konsumen primer (non-cyclicals) dan sektor konsumen non-primer (cyclicals), yang masing-masing menyumbang tiga perusahaan dalam daftar calon emiten.
Foto: Ilustrasi IPO BEI (chapnews.id)



