Chapnews – Ekonomi – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola dan pengawasan di sektor jasa keuangan. Langkah strategis ini diambil guna mendongkrak kepercayaan investor serta menopang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia, salah satunya melalui gelaran Risk and Governance Summit (RGS) 2026 yang akan datang.
Ketua Dewan Audit OJK, Sophia Wattimena, menjelaskan pentingnya pendekatan holistik dalam isu tata kelola. "Kalau kita bicara masalah governance, kita perlu juga melihat konteks dan ekosistemnya," ujar Sophia, seperti dikutip chapnews.id, Sabtu (11/6/2026). Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa penguatan tata kelola bukan hanya sekadar aturan, melainkan juga melibatkan seluruh elemen dalam ekosistem keuangan agar lebih adaptif dan responsif terhadap dinamika pasar.

RGS 2026, yang dijadwalkan akan diselenggarakan pada 14 Juli 2026, dirancang sebagai forum puncak tahunan OJK bersama lembaga dan asosiasi profesi di bidang Governance, Risk, and Compliance (GRC). Acara ini akan menjadi platform krusial bagi regulator, pelaku industri, asosiasi profesi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk berdiskusi, berbagi pandangan, serta mengidentifikasi praktik terbaik terkait GRC. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem keuangan yang lebih tangguh dan transparan.
Mengusung tema "Future-Ready Governance for Sustainable Growth and National Prosperity", RGS 2026 secara spesifik akan menyoroti pentingnya transparansi dan etika sebagai fondasi utama dalam mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Sophia menambahkan, forum ini juga akan menghadirkan para praktisi dan pakar terkemuka, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk berbagi wawasan dan pengalaman.
Kehadiran para ahli tersebut diharapkan dapat memperkaya diskusi mengenai perkembangan tata kelola terkini, memungkinkan peserta untuk meninjau praktik dan kebijakan di tingkat global, serta mengevaluasi relevansinya untuk diterapkan dalam konteks penguatan tata kelola di Indonesia. Ini menjadi upaya OJK untuk memastikan sektor jasa keuangan Indonesia siap menghadapi tantangan masa depan dan tetap kompetitif di kancah internasional, demi kemakmuran bangsa.


