Ads - After Header

Ironi Kartini 2026: Gaji Wanita Jauh di Bawah Pria, Kekerasan Mengintai!

Ahmad Dewatara

Ironi Kartini 2026: Gaji Wanita Jauh di Bawah Pria, Kekerasan Mengintai!

Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini untuk kesetaraan perempuan masih sangat relevan di tahun 2026 ini. Namun, peringatan Hari Kartini justru menyoroti realitas pahit yang masih dihadapi pekerja perempuan di Indonesia: ketidakadilan struktural yang mencakup kesenjangan upah signifikan dan ancaman kekerasan di lingkungan kerja. Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (Aspirasi) menegaskan bahwa cita-cita Kartini masih jauh dari kenyataan.

Presiden Aspirasi, Mirah Sumirat, pada Selasa (21/4/2026), mengungkapkan bahwa diskriminasi upah masih menjadi momok bagi buruh perempuan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), upah yang diterima pekerja perempuan masih 20 hingga 25 persen lebih rendah dibandingkan dengan rekan kerja laki-laki mereka untuk jenis pekerjaan yang sama. Kesenjangan ini menunjukkan adanya praktik diskriminatif yang merugikan secara ekonomi dan menghambat kemandirian finansial perempuan.

Ironi Kartini 2026: Gaji Wanita Jauh di Bawah Pria, Kekerasan Mengintai!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Selain kesenjangan upah, lingkungan kerja juga belum sepenuhnya aman bagi perempuan. Data dari Komnas Perempuan menunjukkan lebih dari 3.000 laporan kekerasan seksual tercatat dalam setahun terakhir, dengan sekitar 30 persen di antaranya terjadi di tempat kerja. Mirah Sumirat menambahkan, "Angka ini diyakini hanya sebagian kecil dari kasus yang terjadi karena banyak korban memilih diam." Pernyataan ini mengindikasikan gunung es permasalahan kekerasan yang belum terungkap sepenuhnya, menciptakan lingkungan kerja yang tidak kondusif dan penuh ketakutan bagi banyak perempuan.

Situasi ini, menurut Aspirasi, menggambarkan bahwa perjuangan Kartini untuk emansipasi perempuan masih memerlukan upaya keras dan reformasi struktural yang mendalam. Ketidakadilan, baik dalam bentuk diskriminasi upah maupun kekerasan, terus membayangi pekerja perempuan, menghambat mereka mencapai potensi penuh dan hidup dalam kesetaraan yang dicita-citakan. Aspirasi menyerukan agar pemerintah dan semua pihak terkait lebih serius dalam menangani isu-isu krusial ini demi mewujudkan keadilan sejati bagi seluruh perempuan pekerja di Indonesia.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer