Chapnews – Nasional – Ibu kota dilanda banjir parah pada Minggu (8/3) pagi, menyebabkan kekacauan signifikan pada layanan transportasi publik. Sebanyak 17 rute Transjakarta, mencakup layanan Bus Rapid Transit (BRT), Mikrotrans, dan non-BRT, terpaksa mengalami penyesuaian operasional drastis. Langkah ini meliputi pengalihan jalur, pemendekan rute, hingga penghentian sementara demi keselamatan penumpang.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan bahwa keputusan penyesuaian operasional ini diambil menyusul curah hujan ekstrem yang memicu genangan air di berbagai ruas jalan vital Jakarta. "Sehubungan dengan curah hujan tinggi yang menyebabkan genangan di beberapa titik, kami melakukan penyesuaian operasional pada Minggu pagi demi keamanan dan kenyamanan bersama," ujar Ayu, seperti dikutip chapnews.id.

Beberapa koridor utama BRT menjadi yang paling terdampak. Koridor 2A rute Pulogadung 1-Rawa Nangka dipersingkat operasionalnya hanya sampai Damai, akibat genangan parah di kawasan Pulo Nangka. Senada, Koridor 3 rute Kalideres-Monas juga mengalami pemendekan, hanya melayani rute Damai-Monas untuk kedua arah, menyusul genangan air dan robohnya pembatas jalan (MCB) di jalur tersebut.
Gangguan juga melanda Koridor 6 rute Ragunan-Galunggung yang dialihkan karena genangan di sekitar kolong Underpass Mampang. Sementara itu, Koridor 9 rute Pinang Ranti-Pluit terpaksa dialihkan melalui Tol Slipi 1 lantaran genangan air yang mencapai lebih dari 30 sentimeter setelah Halte Grogol. Koridor 13E rute Puribeta-Kuningan juga dialihkan melalui jalur atas untuk menghindari genangan di Underpass Mampang.
Layanan Mikrotrans tak luput dari imbas banjir. Sepuluh rute dilaporkan terdampak, dengan dua di antaranya, yakni JAK.04 (Grogol-Jembatan Dua) dan JAK.30 (Meruya-Citraland), dihentikan sementara karena kondisi banjir yang dinilai krusial di lintasan mereka. Rute JAK.85 (Bintara-Cipinang Indah) dipersingkat akibat genangan setinggi 25-35 sentimeter di Jalan Kompleks Cipinang Indah II. Beberapa rute Mikrotrans lainnya yang mengalami pengalihan jalur meliputi JAK.108 (Kramat Jati-Bambu Apus), JAK.37 (Cililitan-Condet), JAK.53 (Grogol-Pos Pengumben), JAK.71 (Kampung Rambutan-Pinang Ranti), JAK.75 (Kampung Pulo-Cililitan), JAK.78A (Benda-Penjaringan), serta JAK.93 (Jeruk Purut-Kebayoran Lama).
Penyesuaian serupa juga terjadi pada layanan angkutan umum integrasi dan non-BRT. Rute 1C (Blok M-Pesanggrahan) dialihkan karena genangan air sekitar 50 sentimeter di Jalan Ciledug Raya. Sementara itu, layanan non-BRT rute 3E (Sentraland Cengkareng-Puri Kembangan) dihentikan sementara akibat genangan air yang mengganggu di Simpang Kapuk.
Transjakarta menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang timbul akibat penyesuaian operasional ini. Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati, menyesuaikan jadwal perjalanan, dan memantau perkembangan rute secara berkala melalui aplikasi TJ: Transjakarta atau kanal media sosial resmi Transjakarta untuk informasi terkini.


