Chapnews – Nasional – Tujuh purnawirawan TNI menerima kenaikan pangkat kehormatan dalam upacara militer di Pusdiklatpassus Kopassus, Batujajar, Jawa Barat, Minggu (10/8). Keenam perwira tinggi tersebut dinaikkan pangkat menjadi bintang tiga, sementara satu lainnya menjadi bintang dua. Yang mengejutkan, beberapa di antaranya merupakan teman seperjuangan Presiden Prabowo Subianto sejak masa operasi militer.
Presiden Prabowo secara langsung menyematkan tanda pangkat kehormatan tersebut. Para purnawirawan yang beruntung itu adalah Letnan Jenderal TNI Kehormatan (Purn) Valentinus Suhartono Suratman, Marsekal Madya TNI Kehormatan (Purn) Bambang Eko Suhariyanto, Letnan Jenderal TNI Kehormatan (Purn) Chairawan Kadarsyah Kadirussalam Nusyirwan, Letnan Jenderal TNI Kehormatan (Purn) Musa Bangun, Letnan Jenderal TNI Kehormatan (Purn) Glenny Kairupan, Letnan Jenderal TNI Kehormatan (Purn) Tony SB Hoesodo, dan Mayjen TNI Kehormatan (Purn) Taufik Hidayat. Kenaikan pangkat ini diberikan sebagai penghargaan atas jasa dan keberhasilan mereka selama bertugas di TNI.

Beberapa penerima kenaikan pangkat memiliki hubungan dekat dengan Presiden Prabowo. Letjen TNI (Purn) Valentinus Suhartono Suratman, atau Tono Suratman, lulusan Akmil 1975, dikenal sebagai tokoh militer dan olahraga nasional. Prabowo sendiri pernah menyebutnya sebagai salah satu perwira terbaik TNI. Keduanya pernah bertugas bersama di Timor Timur, Prabowo sebagai komandan kompi dan Tono sebagai komandan peleton. Prabowo bahkan memuji Tono dalam bukunya, "Kepemimpinan Militer 1".
Letjen TNI (Purn) Chairawan Kadarsyah Kadirussalam Nusyirwan, lulusan Akmil 1980, berpengalaman di bidang intelijen dan terlibat berbagai operasi di Aceh dan Timor Timur. Saat Prabowo menjabat Menhan, Chairawan menjabat sebagai Asisten Khusus IV. Namanya juga disebut Prabowo dalam "Kepemimpinan Militer 2" sebagai salah satu junior yang memberikan banyak pelajaran.
Letjen TNI (Purn) Musa Bangun, lulusan Akmil 1983, pernah menjabat posisi strategis di TNI, termasuk di BUMN. Namanya juga disebut Prabowo dalam "Kepemimpinan Militer 2" sebagai refleksi kepemimpinan berdasarkan pengalaman operasi.
Letjen TNI (Purn) Glenny Kairupan, sahabat Prabowo sejak Akademi Militer, juga turut berjuang bersama di Timor Timur, meskipun di kesatuan berbeda. Prabowo menggambarkan Glenny sebagai sosok yang patriotik dan pemberani dalam "Kepemimpinan Militer 1", mengingat jasanya mengevakuasi korban luka dan gugur saat operasi.
Kenaikan pangkat kehormatan ini menjadi bukti pengakuan negara atas dedikasi dan pengabdian para purnawirawan TNI, khususnya bagi mereka yang pernah berjuang bersama Presiden Prabowo. Upacara tersebut menjadi momen mengharukan sekaligus bersejarah bagi para penerima penghargaan dan TNI secara keseluruhan. (antara/isn)


