Chapnews – Ekonomi – Pemerintah tengah menggodok kebijakan krusial berupa pemberlakuan skema bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) selama satu hari bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan sektor swasta pasca-libur Lebaran. Langkah ini diambil sebagai strategi proaktif untuk menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah gejolak pasokan minyak mentah global yang dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa efisiensi yang dihasilkan dari kebijakan WFH ini sangat signifikan. Menurutnya, WFH berpotensi mereduksi penggunaan energi operasional harian hingga 20 persen, atau setara dengan seperlima dari total pengeluaran energi rutin. "Penghematannya cukup signifikan, seperlima dari apa yang biasa kita keluarkan," ujar Airlangga, mengutip pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang juga menyoroti potensi penghematan ini.

Inisiatif ini muncul sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar minyak global. Dengan mengurangi mobilitas harian, pemerintah berharap dapat menjaga stabilitas pasokan dan harga BBM di dalam negeri, sekaligus mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya efisiensi energi di tengah tantangan ekonomi global.
Meski rencana ini telah mencuat ke publik, Airlangga menegaskan bahwa detail implementasi teknisnya masih memerlukan koordinasi mendalam. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menjadi pihak-pihak utama yang akan dilibatkan dalam pembahasan lebih lanjut. Rapat koordinasi intensif dijadwalkan akan segera dilaksanakan setelah periode libur Lebaran berakhir. "WFH akan didetailkan, tetapi sesudah Lebaran kita akan melakukan," tegas Airlangga, menandakan bahwa pemerintah serius dalam mematangkan kebijakan ini demi kepentingan nasional.
Ikuti terus informasi terbaru dari chapnews.id untuk mendapatkan update berita terkini setiap hari.


