Ads - After Header

Kabar Baik! Tiket Pesawat Bisa Anjlok, Ini Kata Menhub!

Ahmad Dewatara

Kabar Baik! Tiket Pesawat Bisa Anjlok, Ini Kata Menhub!

Chapnews – Ekonomi – Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, membawa angin segar bagi para calon penumpang pesawat. Ia mengisyaratkan adanya potensi penurunan harga tiket penerbangan dalam dua bulan ke depan, sebuah kabar yang tentu dinanti banyak pihak. Penurunan ini sangat bergantung pada stabilisasi harga avtur di pasar global.

Purwagandhi menjelaskan, fluktuasi harga avtur sangat dipengaruhi oleh dinamika geopolitik, khususnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah. Optimisme penurunan harga avtur muncul seiring dengan meredanya ketegangan dan pengumuman gencatan senjata oleh Presiden Donald Trump, yang salah satu syaratnya adalah pembukaan kembali Selat Hormuz. Jalur vital ini sangat krusial bagi distribusi minyak dunia. Jika Selat Hormuz kembali dibuka, pasokan minyak diproyeksikan meningkat, yang pada gilirannya akan menekan harga minyak mentah dan berujung pada penurunan harga avtur.

Kabar Baik! Tiket Pesawat Bisa Anjlok, Ini Kata Menhub!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Jika melihat penjelasan yang ada, kami cukup optimistis. Apalagi arah konflik ini sudah terlihat tidak akan berlangsung panjang dengan adanya gencatan senjata," ujar Dudy dalam sebuah media briefing di Jakarta, Kamis (9/4/2026) malam. "Mudah-mudahan dalam dua bulan ke depan, kondisi ini bisa berakhir dan membawa dampak positif bagi harga avtur."

Saat ini, untuk menjaga keberlangsungan operasional maskapai di tengah tingginya harga avtur, Pemerintah telah menerapkan sejumlah kebijakan. Di antaranya adalah menaikkan batas atas fuel surcharge hingga 38 persen, memberikan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), serta membebaskan bea impor untuk suku cadang pesawat. Langkah-langkah ini diambil untuk menopang pendapatan maskapai agar tidak terlalu terbebani.

Namun, Dudy menegaskan bahwa kebijakan tersebut bersifat dinamis. Apabila harga avtur global benar-benar menunjukkan tren penurunan, maka fuel surcharge, yang merupakan salah satu komponen utama pembentuk harga tiket, akan segera disesuaikan kembali. "Kalau harga avtur turun, kita akan kembalikan lagi. Karena fuel surcharge komponennya harga avtur, sehingga yang kita putar di sini. Kondisinya (harga avtur) bisa naik turun," jelas Menhub. Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah belum menetapkan tarif batas bawah atau tarif batas atas (TBB/TBA) terbaru, memberikan ruang bagi penyesuaian harga.

"Harga avtur ini kan naik turunnya relatif cukup cepat. Misal kemarin minyak sudah di bawah 100 dolar AS per barel, sehingga kita berharap itu bisa kita turunkan," pungkasnya, menunjukkan harapan besar agar masyarakat dapat segera menikmati harga tiket pesawat yang lebih terjangkau.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer