Chapnews – Ekonomi – Pemerintah Indonesia tengah mematangkan rencana penyaluran bantuan sosial (bansos) dalam bentuk transfer tunai langsung kepada masyarakat. Program ini, yang diperkirakan akan mulai diuji coba pada kuartal I-II tahun 2027, menjanjikan dana hingga Rp5,4 juta per keluarga penerima. Informasi penting ini diungkapkan oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, yang menekankan komitmen pemerintah untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Luhut menjelaskan bahwa besaran Rp5,4 juta tersebut merupakan hasil perhitungan awal yang telah dilakukan. Meski demikian, keputusan final mengenai jumlah pasti dan detail penyaluran masih akan bergantung pada arahan dan persetujuan Presiden Prabowo Subianto. "Nanti tergantung Presiden," ujar Luhut saat ditemui di Jakarta akhir pekan lalu. Ia menambahkan, potensi penghematan anggaran yang signifikan menjadi salah satu faktor pendukung feasibility program bantuan dengan nilai besar ini.

Untuk memastikan efektivitas dan akurasi penyaluran, pemerintah saat ini sedang fokus pada pengolahan data penerima bansos. Proses ini diharapkan dapat rampung pada akhir tahun ini, sehingga tahapan uji coba dapat dimulai sesuai jadwal yang telah ditetapkan. "Kami merencanakan akhir tahun ini mesti selesai semua itu. Awal tahun depan, kuartal 1-2 kita akan uji coba," tegas Luhut.
Mekanisme penyaluran bansos nantinya akan diarahkan sepenuhnya melalui transfer tunai. Namun, pemerintah juga akan menerapkan sistem pengawasan ketat, seperti penggunaan kupon, untuk memastikan dana bantuan digunakan sesuai peruntukannya. Luhut secara spesifik melarang penggunaan dana bansos untuk aktivitas negatif seperti judi online atau pembelian minuman keras. Sebaliknya, bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga, seperti pembelian telur, ayam, dan bahan pangan esensial lainnya.

