Ads - After Header

Kabar Gembira Cicilan Rumah Jadi Lebih Ringan

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Mimpi memiliki hunian pribadi kini terasa semakin dekat bagi masyarakat Indonesia. Sebuah terobosan besar baru saja diperkenalkan oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) yang memberikan fleksibilitas luar biasa bagi calon debitur. Kini, masyarakat memiliki pilihan untuk mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan jangka waktu atau tenor yang jauh lebih panjang, yakni hingga 40 tahun.

Langkah revolusioner ini pertama kali diwujudkan melalui seremoni akad massal yang dipusatkan di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Inisiatif ini bertujuan untuk memperluas akses kepemilikan rumah sekaligus memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan secara menyeluruh, mulai dari sektor hulu hingga hilir.

Kabar Gembira Cicilan Rumah Jadi Lebih Ringan
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Direktur Commercial Banking BTN, Hermita, menjelaskan bahwa penguatan pembiayaan ini merupakan bagian dari strategi transformasi besar-besaran perusahaan. Fokusnya bukan hanya pada sisi permintaan (demand), tetapi juga pada sisi penyediaan (supply) guna memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional.

"Ekosistem ini tidak hanya menyentuh masyarakat yang ingin membeli rumah, tetapi juga melibatkan rantai ekonomi yang lebih luas, mulai dari pengembang, kontraktor, pemasok material, hingga pelaku UMKM," ungkap Hermita dalam keterangan resminya.

Data menunjukkan bahwa upaya BTN dalam memperluas akses pembiayaan perumahan membuahkan hasil yang signifikan. Sepanjang tahun 2026 hingga akhir September, bank pelat merah ini telah menyalurkan sebanyak 75.487 unit KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) dengan total nilai mencapai Rp12,57 triliun.

Selain itu, BTN juga memperkuat sisi penyediaan dan permintaan melalui Kredit Program Perumahan (KPP). Hingga 27 September, penyaluran KPP telah menyentuh angka Rp5,07 triliun, yang terbagi menjadi KPP Supply sebesar Rp3,14 triliun dan KPP Demand sebesar Rp1,93 triliun.

Momentum bersejarah ini ditandai dengan akad massal yang melibatkan 2.577 debitur di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.568 adalah debitur KPR Subsidi dan 1.009 merupakan debitur produk UMKM. Di Kota Palu sendiri, sebanyak 159 debitur melakukan akad, yang terdiri dari 48 debitur KPR Subsidi dan 111 debitur produk UMKM.

Salah satu penerima manfaat adalah Fernando Anugrah Cahyono, seorang karyawan tetap dengan penghasilan Rp4,4 juta per bulan. Dengan plafon kredit sebesar Rp167,27 juta, Fernando memilih tenor 35 tahun. Pilihan jangka waktu yang panjang ini terbukti sangat membantu masyarakat dalam menyesuaikan cicilan bulanan dengan kemampuan finansial mereka, sehingga beban hidup terasa lebih ringan.

Tidak hanya fokus pada konsumen, BTN juga memberikan dukungan besar bagi sektor UMKM yang menopang industri properti. Di Palu, BTN telah menyalurkan KPP sebesar Rp123 miliar kepada 63 UMKM sejak Oktober 2025, khususnya bagi mereka yang bergerak di sektor konstruksi dan properti.

Hermita menambahkan, BTN berkomitmen untuk membawa UMKM lokal naik kelas hingga ke pasar internasional. Melalui kolaborasi dengan berbagai marketplace, BTN berencana melatih UMKM agar mampu bersaing secara global. "Tujuannya bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan nasional, tetapi juga untuk mendorong produk lokal menembus pasar ekspor," pungkasnya.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer