Chapnews – Nasional – Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, dilanda bencana banjir hebat dengan ketinggian air mencapai dua meter, yang mulai menerjang pada Minggu (22/2) dini hari sekitar pukul 01.30 WITA. Akibatnya, setidaknya 134 kepala keluarga (KK) harus merasakan dampak langsung dari luapan dua sungai utama di wilayah tersebut.
Banjir ini dipicu oleh curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah Kolaka tanpa henti, menyebabkan Sungai Polenga dan Sungai Tondowolio tidak mampu menampung debit air dan akhirnya meluap. Kondisi diperparah dengan pasangnya air laut, yang menghambat aliran air dari daratan menuju laut, sehingga memperlama genangan.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kolaka, Sunarto, menjelaskan bahwa warga terdampak tersebar di dua desa. "Desa Polenga di Kecamatan Watubangga mencatat 47 KK terdampak, sementara Desa Tondowolio di Kecamatan Tanggetada menjadi yang paling parah dengan 87 KK," ungkap Sunarto pada Selasa (24/2), seperti dilansir chapnews.id.
Tak hanya merendam permukiman, banjir juga melumpuhkan aktivitas di beberapa fasilitas publik dan sektor pertanian. "Lebih dari seratus rumah warga terendam. Fasilitas pendidikan seperti SD Negeri 1 Tondowolio dan sebuah Madrasah di Kecamatan Tanggetada juga tak luput dari terjangan air," tambah Sunarto. Selain itu, sekitar 30 hektar lahan persawahan di kedua desa tersebut ikut terendam, mengancam potensi gagal panen yang signifikan bagi petani setempat.
Meski demikian, Sunarto memastikan bahwa kondisi air berangsur surut. Warga kini tengah bahu-membahu membersihkan sisa-sisa lumpur dan puing yang ditinggalkan banjir, berupaya memulihkan kondisi permukiman mereka pasca-bencana.



