Chapnews.id – Gelaran konser musisi fenomenal asal Amerika Serikat, Ye, yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada Sabtu lalu, sukses memberikan dampak ekonomi yang luar biasa bagi Indonesia. Berdasarkan data terbaru, konser megah tersebut berhasil memicu perputaran uang hingga mencapai angka fantastis, yakni Rp600 miliar.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata betapa besarnya potensi music tourism atau wisata musik sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru di tanah air. Fenomena ini tidak hanya menguntungkan penyelenggara acara, tetapi juga memberikan efek domino yang positif bagi berbagai sektor pendukung pariwisata dan masyarakat luas.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengungkapkan bahwa dampak ekonomi dari konser ini tersebar secara merata di berbagai lini. Menurutnya, perputaran uang tersebut tidak hanya berasal dari penjualan tiket semata, melainkan juga dari aktivitas konsumsi wisatawan selama berada di Jakarta.
"Potensi ekonomi ini mencakup berbagai sektor pendukung pariwisata, mulai dari industri kuliner, penjualan merchandise resmi, hingga transaksi yang dilakukan oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)," ujar Widiyanti dalam keterangan resminya, Selasa (27/10).
Lebih lanjut, Widiyanti menjelaskan bahwa kehadiran ribuan penggemar dari berbagai penjuru menciptakan ekosistem ekonomi yang hidup. Para wisatawan yang datang untuk menyaksikan Ye tidak hanya fokus pada pertunjukan musik, tetapi juga menggerakkan sektor transportasi, meningkatkan tingkat hunian hotel di sekitar kawasan GBK yang dilaporkan nyaris penuh, hingga mendorong aktivitas belanja di pusat perbelanjaan.
Konser bertajuk "Ye Live in Jakarta" ini merupakan bagian dari rangkaian tur dunia "Ye Live Concert Tour" yang telah dimulai sejak awal April 2026. Hal yang membuat Jakarta menjadi sangat spesial adalah statusnya sebagai satu-satunya kota di Asia Tenggara yang menjadi destinasi dalam tur ini. Hal inilah yang memicu gelombang kedatangan wisatawan mancanegara dalam jumlah besar.
Data yang dihimpun dari pihak penyelenggara, Raw Vision Collective, menunjukkan bahwa konser tersebut dihadiri oleh sekitar 70.000 penonton. Dari total massa tersebut, sekitar 25.000 orang merupakan wisatawan internasional. Mereka datang dari berbagai negara tetangga dan wilayah lainnya, seperti Australia, Singapura, hingga Tiongkok, demi menyaksikan penampilan sang musisi secara langsung.
Fenomena ini memberikan sinyal kuat bagi pemerintah dan pelaku industri kreatif bahwa Indonesia memiliki daya tarik yang sangat kuat untuk menjadi destinasi konser internasional. Dengan manajemen yang baik, penyelenggaraan konser skala global seperti ini dapat terus menjadi katalisator utama dalam memperkuat devisa negara melalui sektor pariwisata. Melansir informasi dari chapnews.id, tren wisata musik ini diprediksi akan terus meningkat seiring dengan semakin banyaknya artis dunia yang melirik Jakarta sebagai lokasi penting dalam tur mereka.


