Ads - After Header

Krisis Air Meluas! Ribuan Warga Jawa Tercekik Kekeringan

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa dampak kekeringan mulai melanda sejumlah wilayah di Indonesia, terutama di Jawa Barat dan Jawa Tengah, akibat minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir. Tercatat, setidaknya 2.245 jiwa di Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Klaten kini kesulitan mendapatkan akses air bersih. Laporan BNPB juga menyoroti munculnya bencana hidrometeorologi kering yang terjadi bersamaan dengan banjir dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah.

Di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kekeringan parah telah melanda Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah. Wilayah ini dilaporkan tidak diguyur hujan selama kurang lebih satu bulan terakhir hingga pertengahan Juni. Akibatnya, sekitar 296 Kepala Keluarga (KK) atau 800 jiwa menghadapi krisis air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Menanggapi kondisi darurat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi telah bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih dan berkomitmen untuk terus mendistribusikan hingga kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Krisis Air Meluas! Ribuan Warga Jawa Tercekik Kekeringan
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Situasi serupa juga terjadi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Tiga desa di Kecamatan Kemalang, yaitu Kendalsari, Tegalmulyo, dan Tlogowatu, terdampak kekeringan sepanjang Juni ini. Data BNPB menunjukkan 393 KK atau sekitar 1.445 jiwa di Klaten kesulitan mengakses air bersih. BPBD Kabupaten Klaten, bekerja sama dengan pemerintah desa setempat, telah mengambil langkah penanganan, termasuk pengiriman bantuan air bersih kepada warga terdampak.

Selain krisis air, BNPB juga mencatat insiden banjir di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, pada pertengahan Juni. Bencana ini memengaruhi 44 KK atau 278 jiwa, dengan 36 di antaranya terpaksa mengungsi. Wilayah yang terendam meliputi Desa Kalasin, Kelurahan Beriwit, Desa Bahitom, Desa Muara Joloi II, hingga Kelurahan Tumbang Lahung. BPBD setempat bersama instansi terkait masih terus melakukan pendataan dan penanganan di lapangan, dengan laporan terkini menyebutkan banjir mulai berangsur surut.

Sementara itu, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga muncul di kawasan Bukit Silvia, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Peristiwa yang terjadi pada 11 Juni ini diduga kuat dipicu oleh cuaca panas ekstrem dan kondisi vegetasi yang sangat kering, menyebabkan api dengan cepat menyebar di area perbukitan.

Menyikapi serangkaian bencana ini, BNPB mengimbau seluruh pemerintah daerah dan masyarakat di Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan. Potensi bencana hidrometeorologi, baik kering maupun basah, serta karhutla, harus diantisipasi sesuai dengan karakteristik geografis dan iklim masing-masing wilayah. Kesiapsiagaan menjadi kunci untuk meminimalkan dampak buruk yang mungkin terjadi.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer