Chapnews – Ekonomi – PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mengalami penurunan laba yang cukup signifikan pada semester I-2025. Emiten properti ini membukukan laba bersih sebesar Rp503,5 miliar, mengalami penurunan 33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meskipun demikian, capaian ini ternyata masih di atas ekspektasi sejumlah analis.
Analis dari Maybank Sekuritas Indonesia, Kevin Halim, mengungkapkan bahwa kinerja SMRA pada paruh pertama tahun ini melebihi perkiraan. "Pendapatan semester I/2025 sebesar Rp504 miliar atau turun 33 persen year-on-year, tetapi masih beat estimates berkat pendapatan recurring dan development yang solid," ujar Kevin dalam risetnya. Kontribusi pendapatan berulang (recurring income) dan sektor pengembangan properti menjadi penopang kinerja SMRA meskipun tengah menghadapi penurunan laba.

Hal positif lainnya, SMRA sedang berupaya memperkuat struktur keuangannya melalui divestasi aset non-inti. Salah satu aset yang akan dilepas terletak di Bali dan diproyeksikan rampung pada tahun ini. Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan efisiensi dan kesehatan keuangan perusahaan jangka panjang.
Optimisme terhadap prospek SMRA terlihat dari rekomendasi Maybank Sekuritas yang memberikan rating "Buy" dengan target harga saham Rp640 per saham. Target tersebut merepresentasikan potensi kenaikan hingga 53 persen dari harga penutupan Rp426 per saham pada Kamis (11/9). Artinya, potensi keuntungan bagi investor masih terbuka lebar. Namun, investor tetap perlu mempertimbangkan berbagai faktor fundamental dan sentimen pasar sebelum mengambil keputusan investasi.



