Ads - After Header

Laut Indonesia Memanas! Geopolitik Ancam Ekonomi RI 2026

Ahmad Dewatara

Laut Indonesia Memanas! Geopolitik Ancam Ekonomi RI 2026

Chapnews – Ekonomi – Sektor maritim Indonesia diproyeksikan akan dihadapkan pada tantangan serius sepanjang tahun 2026. Peningkatan tensi geopolitik global, disrupsi rantai pasok, serta ancaman keamanan di jalur pelayaran vital dunia diperkirakan akan memicu lonjakan biaya logistik, memperbesar risiko distribusi komoditas, dan pada akhirnya mengikis daya saing ekonomi nasional yang sangat bergantung pada konektivitas laut. Demikian analisis yang muncul dalam konferensi pers The National Maritime Institute (Namarin) di Jakarta, Rabu (7/1/2025).

Menurut Direktur Eksekutif The National Maritime Institute (Namarin), Siswanto Rusdi, dinamika global yang kian memanas belakangan ini akan secara langsung memengaruhi stabilitas perdagangan maritim di kawasan Indo-Pasifik. Ia menyoroti bahwa eskalasi konflik berskala internasional, seperti invasi Amerika Serikat ke Venezuela yang tengah berlangsung, berpotensi besar mengganggu kelancaran arus perdagangan global dan secara signifikan meningkatkan risiko keamanan maritim.

Laut Indonesia Memanas! Geopolitik Ancam Ekonomi RI 2026
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Peristiwa seperti invasi Amerika ke Venezuela, yang kini mengganggu arus perdagangan global, sudah pasti akan berdampak pada kenaikan biaya logistik dan memperburuk kondisi keamanan maritim di Indo-Pasifik," tegas Siswanto dalam konferensi pers awal tahun Namarin di Jakarta. Ia menambahkan, kondisi ini bukan hanya sekadar gangguan sementara, melainkan ancaman struktural yang dapat memicu inflasi dan menghambat pertumbuhan ekonomi.

Senada dengan pandangan tersebut, Kepala Pusat Kajian Maritim Seskoal, Laksamana Pertama TNI Salim, turut menyoroti bahwa lingkungan maritim global saat ini berada dalam pusaran kompleksitas yang kian meningkat dan sulit diprediksi. Ia menggarisbawahi bahwa laut bukan hanya berfungsi sebagai arteri distribusi ekonomi, melainkan juga sebagai arena strategis tempat bertemunya berbagai kepentingan politik, militer, dan perdagangan internasional.

Salim menjelaskan, peningkatan kompleksitas dan ketidakpastian di ranah maritim global ini dipicu oleh beragam faktor. Salah satu yang paling dominan adalah perebutan hegemoni kekuatan antara Amerika Serikat dan Tiongkok di kawasan. Ia mencontohkan, invasi AS ke Venezuela menjadi indikasi terbaru dari ketegangan yang ada, di samping potensi konflik lain yang mengintai, seperti ketegangan antara Tiongkok dan Taiwan, yang dapat memicu gejolak lebih lanjut dan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi maritim Indonesia.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer