Chapnews – Nasional – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi dua wisatawan yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah terseret arus deras air bah di Sungai Kalimborang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, mengakhiri pencarian yang berlangsung selama beberapa hari di wilayah tersebut.
Kepala Basarnas Makassar, Arif Anwar, mengonfirmasi penemuan kedua korban pada Selasa (31/3). "Dua individu yang terseret arus air bah sungai telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," ujarnya dalam keterangan resmi kepada chapnews.id.

Insiden tragis ini terjadi pada Minggu (29/3), ketika Muhammad Fajrin (20) dan Ica (20) sedang menikmati suasana di tepi Sungai Kalimborang, Dusun Bahagia, Kecamatan Tompobulu. Tanpa peringatan, volume air dari hulu mendadak meningkat drastis, menyebabkan air bah yang kuat langsung menyeret kedua pemuda tersebut.
"Saat itu, kedua korban sedang beraktivitas di sungai. Ketinggian air dari bagian hulu tiba-tiba naik secara signifikan, mengakibatkan mereka terseret arus deras," jelas Arif Anwar, merinci kronologi kejadian.
Tim SAR gabungan segera melancarkan operasi pencarian intensif sejak laporan kehilangan diterima. Upaya ini membuahkan hasil pada Senin (30/3), ketika Muhammad Fajrin ditemukan pertama kali dalam kondisi tak bernyawa, sekitar 4 kilometer dari lokasi kejadian awal.
Pencarian kemudian dilanjutkan untuk menemukan korban kedua. Pada hari ketiga operasi, Selasa (31/3), Ica berhasil ditemukan sekitar pukul 12.20 WITA, berjarak sekitar 7 kilometer dari titik awal insiden. Jenazah Ica kemudian dievakuasi menuju puskesmas terdekat untuk proses lebih lanjut.
Basarnas mengimbau seluruh masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu dan berpotensi memicu terjadinya air bah secara mendadak.
"Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai. Semua elemen yang terlibat dalam pencarian telah dikembalikan ke unit masing-masing," tutup Arif Anwar.


