Ads - After Header

Mencetak Bintang dari Lapangan Daerah

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Upaya melahirkan talenta sepak bola kelas dunia tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan fondasi yang kuat sejak usia dini agar potensi mentah para pemain muda dapat terasah menjadi kemampuan yang profesional. Hal inilah yang menjadi sorotan utama Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Sultan B. Najamudin, dalam sebuah ajang kompetisi sepak bola bergengsi.

Dalam pembukaan turnamen BLISPI Youth Cup V Piala Ketua DPD RI yang berlangsung di Stadion Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu (25/10), Sultan menekankan pentingnya penguatan pembinaan atlet sejak mereka masih di bangku sekolah. Turnamen yang mengusung tema inspiratif "Dari Daerah, Lahir Bintang Sepak Bola Indonesia" ini menjadi bukti nyata bahwa harapan besar diletakkan pada anak-anak dari pelosok negeri.

Mencetak Bintang dari Lapangan Daerah
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Lebih dari 2.000 peserta anak-anak dari berbagai penjuru daerah turut memadati stadion untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Kehadiran massa yang besar ini menunjukkan antusiasme luar biasa terhadap olahraga sepak bola di tingkat akar rumput. Sultan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLISPI) yang dinilai sangat konsisten dalam menjaga keberlangsungan kompetisi usia muda di tanah air.

Menurut Sultan, bakat alami yang dimiliki seorang anak hanyalah modal awal yang belum tentu membuahkan hasil jika tidak dikelola dengan benar. Ia memberikan sebuah perumpamaan yang mendalam mengenai proses pengembangan atlet. "Bakat alami hanyalah sebongkah batu, pembinaan sejak usia dini yang akan mengubahnya menjadi permata," ungkap Sultan dalam keterangannya.

Ia menjelaskan bahwa untuk mengubah "batu" menjadi "permata", diperlukan ekosistem pendukung yang sangat kompleks dan berkelanjutan. Pembinaan tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan individu pemain, tetapi harus melibatkan sinergi antara berbagai pihak. Mulai dari peran pemerintah dalam menyediakan infrastruktur, sekolah yang mendukung kegiatan olahraga, klub lokal yang disiplin, pelatih yang kompeten, hingga dukungan dari dunia usaha dan lingkungan keluarga.

Lebih lanjut, Sultan menegaskan bahwa keadilan akses menjadi kunci utama. Ia ingin memastikan bahwa anak-anak yang tinggal di daerah terpencil memiliki kesempatan yang setara dengan mereka yang berada di kota besar untuk mengembangkan potensi mereka. Tidak boleh ada talenta yang terpendam hanya karena keterbatasan akses terhadap kompetisi yang berkualitas.

"Dari lapangan-lapangan di daerah, kita berharap tumbuh talenta yang kelak mengharumkan nama Indonesia," tegas Sultan dengan penuh optimisme. Melalui ajang seperti BLISPI Youth Cup, diharapkan muncul bibit-bibit unggul yang nantinya akan memperkuat tim nasional Indonesia di kancah internasional, sekaligus membuktikan bahwa kejayaan sepak bola Indonesia dimulai dari pembinaan yang serius di tingkat daerah. Melansir dari chapnews.id.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer