Ads - After Header

Mendorong Literasi Keuangan Nasional

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Perkembangan sektor keuangan di Indonesia menunjukkan tren positif yang sangat signifikan sepanjang tahun 2026. Berdasarkan data terbaru dari Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK), masyarakat Indonesia kini semakin cerdas dan aktif dalam memanfaatkan berbagai layanan keuangan yang tersedia. Angka indeks literasi keuangan nasional tercatat menyentuh angka 69,57 persen, sebuah kenaikan yang cukup menjanjikan jika dibandingkan dengan capaian pada tahun 2025 yang berada di level 66,64 persen.

Kenaikan ini tidak hanya terjadi pada aspek pemahaman atau literasi saja, tetapi juga pada aspek akses atau inklusi keuangan. Indeks inklusi keuangan masyarakat Indonesia melonjak hingga mencapai 93,61 persen, meningkat dari angka 92,74 persen pada tahun sebelumnya. Lonjakan ini menandakan bahwa semakin banyak lapisan masyarakat yang mulai menyentuh dan menggunakan produk-produk jasa keuangan dalam aktivitas ekonomi sehari-hari mereka.

Mendorong Literasi Keuangan Nasional
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Salah satu pemain kunci yang turut berkontribusi dalam mendorong tren positif ini adalah PT Akulaku Finance Indonesia. Sebagai bagian dari industri pembiayaan, perusahaan ini menunjukkan komitmen nyata dengan berpartisipasi aktif dalam perhelatan Multifinance Day 2026. Acara besar ini sendiri merupakan inisiatif dari Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) yang bertujuan untuk mempererat hubungan antara penyedia jasa keuangan dengan masyarakat luas.

Presiden Direktur PT Akulaku Finance Indonesia, Perry Barman Slangor, menegaskan bahwa kehadiran perusahaan mereka dalam ajang Multifinance Day 2026 bukan sekadar formalitas industri. Menurutnya, keterlibatan ini merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan untuk terus mengedukasi masyarakat agar lebih melek finansial.

"Kami ingin memastikan bahwa masyarakat memiliki pemahaman yang mendalam mengenai layanan keuangan. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu mengambil keputusan finansial secara bijak. Mereka harus bisa menggunakan fasilitas pembiayaan sesuai dengan kebutuhan nyata serta kapasitas kemampuan ekonomi yang mereka miliki," ungkap Perry dalam keterangannya, Sabtu (10/10/2026).

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Akulaku Finance juga memberikan edukasi mendalam mengenai berbagai produk pembiayaan, salah satunya adalah layanan Akulaku PayLater. Fokus utamanya bukan hanya memperkenalkan produk, melainkan menanamkan pola pikir mengenai manajemen keuangan yang sehat, agar penggunaan layanan pembiayaan tidak menjadi beban di masa depan.

Lebih lanjut, Perry menjelaskan bahwa kegiatan yang berlangsung di Bali ini menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk melakukan pendekatan langsung kepada konsumen. Melalui interaksi tatap muka, perusahaan dapat menyerap aspirasi dan memahami kebutuhan spesifik masyarakat di berbagai daerah.

"Multifinance Day 2026 menjadi kesempatan emas bagi kami untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat, khususnya di Bali. Kami ingin mendengar apa yang mereka butuhkan, sekaligus memperkenalkan bagaimana industri pembiayaan dapat hadir sebagai solusi pendukung kebutuhan finansial mereka secara aman dan terpercaya," tambahnya.

Melalui kolaborasi berkelanjutan antara industri pembiayaan dan masyarakat, diharapkan ekosistem keuangan di Indonesia akan semakin sehat, inklusif, dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional secara jangka panjang.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer