Chapnews – Ekonomi – Kepala Otorita Ibu Kota Negara (OIKN), Basuki Hadimuljono, angkat bicara menanggapi absennya penyebutan spesifik Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Pidato yang disampaikan pada Jumat (14/8/2026) tersebut fokus pada delapan sektor prioritas nasional tanpa menyebut IKN secara eksplisit, memicu pertanyaan publik.
Meskipun tidak disebutkan secara eksplisit oleh Presiden Prabowo, Basuki menegaskan bahwa proyek pembangunan IKN tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Ia menjelaskan bahwa IKN merupakan bagian integral dari visi pembangunan infrastruktur dan kewilayahan yang lebih luas.

"Saya kira IKN adalah bagian integral dari pembangunan infrastruktur nasional. Oleh karena itu, tidak perlu disebutkan secara terpisah, itu adalah kebijakan beliau," jelas Basuki saat ditemui di kawasan IKN pada Sabtu (15/8/2026).
Basuki lebih lanjut memaparkan bahwa pembangunan IKN telah terintegrasi dalam klaster-klaster prioritas yang digariskan Presiden dalam RAPBN 2027. "Pembangunan IKN masuk dalam klaster infrastruktur, kewilayahan, dan desa. Di dalam klaster-klaster tersebut, keberadaan IKN sudah sangat jelas," imbuh Kepala OIKN tersebut, memastikan bahwa proyek strategis ini tidak luput dari perhatian pemerintah.
Sebelumnya, dalam Rapat Paripurna DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Jumat (14/8/2026), Presiden Prabowo Subianto memang memaparkan fokus pemerintah pada delapan sektor prioritas nasional. Dalam kesempatan itu, ia juga mengumumkan rencana belanja negara untuk RAPBN 2027 yang akan mencapai Rp4.097,2 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dari belanja negara pada APBN 2026 yang sebesar Rp3.842,7 triliun, mengindikasikan komitmen pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur dan program-program strategis lainnya yang di dalamnya termasuk IKN.


